ACEH — Semarang — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah menyatakan sistem kelistrikan di Kota Semarang siap menopang seluruh rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Penguatan dilakukan lewat pengecekan jaringan, penyiagaan infrastruktur, dan penempatan personel di 13 venue yang tersebar di ibu kota provinsi itu.
Persiapan ini menyasar satu titik krusial: Lapangan Pancasila Simpang Lima, yang menjadi pusat pembukaan dan penutupan acara. Selain venue utama, PLN juga mengamankan lokasi penunjang seperti bandara dan tempat menginap para kafilah.
General Manager PLN UID Jateng Bramantyo Anggun Pambudi menyebut pengamanan dilakukan berlapis, dari penguatan keandalan jaringan sampai penyiagaan personel di titik-titik vital.
"Berbagai langkah pengamanan telah kami siapkan, mulai dari penguatan keandalan jaringan, kesiapan peralatan pendukung, hingga penyiagaan personel di venue utama pelaksanaan MTQ, dan lokasi penunjang lain seperti bandara, tempat menginap, dan lain sebagainya," ujar Bramantyo.
Secara total, PLN menyiagakan 112 personel yang terdiri dari 35 orang Tim Teknik, 8 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 45 personel Tim Pelayanan Teknik (Yantek), dan 24 personel mitra kerja.
Dari sisi peralatan, PLN menempatkan 15 unit kendaraan roda empat, 12 unit kendaraan roda dua, 3 unit crane, 15 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1 unit Gardu Bergerak (UGB), serta 1 unit genset. Seluruhnya dinyatakan dalam kondisi siap pakai.
Salah satu tantangan terbesar pengamanan listrik di acara berskala nasional adalah memelihara jaringan tanpa mengganggu pasokan. PLN mengatasinya lewat metode PDKB, yakni pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan saat jaringan tetap bertegangan.
Kesiapan itu dibangun sejak awal September melalui Apel Kolaborasi PDKB. Pendekatan ini memungkinkan jaringan tetap dipelihara tanpa harus memadamkan listrik selama MTQ berlangsung.
Selama periode siaga 11-20 September 2026, PLN membuka posko siaga 24 jam yang memantau kondisi kelistrikan secara real time. Posko ini juga menjadi simpul koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan BPBD.
MTQ Nasional edisi kali ini mempertemukan 2.242 kafilah dari 38 provinsi. Jumlah peserta sebesar itu membuat pasokan listrik tidak hanya krusial di venue lomba, tetapi juga di hotel, rumah makan, dan jalur transportasi yang dipakai peserta dan official.
Bagi warga Semarang, pengamanan ini turut menjaga aktivitas harian di sekitar Simpang Lima yang tetap ramai selama acara. Gangguan sekecil apa pun di kawasan itu berpotensi mengganggu mobilitas kota.
PLN mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan infrastruktur kelistrikan selama gelaran berlangsung. Laporan soal potensi gangguan bisa disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
Bagi PLN UID Jateng, MTQ Nasional menjadi uji ketahanan jaringan sebelum rangkaian agenda besar lain di wilayah itu. Keberhasilan menjaga pasokan tanpa pemadaman selama 10 hari akan menjadi tolok ukur kesiapan infrastruktur kelistrikan Jawa Tengah menghadapi event berskala nasional berikutnya.