SABANG — Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter diprediksi terjadi di tiga wilayah perairan: Sabang-Banda Aceh, Aceh Besar-Meulaboh, serta perairan selatan Simeulue. Sementara itu, gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter berpotensi muncul di Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue, Perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar, dan Perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak.
Peringatan ini berlaku selama tiga hari ke depan. Warga pesisir, nelayan, dan operator angkutan laut diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas.
BMKG mencatat sejumlah faktor atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca dan perairan Aceh. Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin dilaporkan aktif, sementara daerah belokan angin serta konvergensi turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan perairan timur Aceh meningkatkan penguapan. Kondisi ini menambah kandungan uap air di atmosfer dan mendorong pembentukan awan hujan.
Dari sisi angin, pola pergerakan di perairan Aceh umumnya dari arah Barat hingga Barat Daya. Kecepatan angin diperkirakan 4 sampai 28 knot, dengan angka tertinggi terpantau di Perairan Sabang-Banda Aceh dan Perairan Aceh Besar-Meulaboh.
BMKG meminta nelayan, nakhoda, dan pengguna jasa transportasi laut memeriksa kondisi kapal serta perlengkapan keselamatan sebelum berlayar. Alat komunikasi, mesin kapal, jaket keselamatan, dan perlengkapan darurat lain harus dipastikan berfungsi baik.
Pelaut juga diimbau tidak memaksakan perjalanan jika cuaca dan gelombang dinilai membahayakan. Informasi cuaca dan peringatan dini BMKG perlu dipantau berkala untuk menentukan waktu pelayaran yang lebih aman.
Keselamatan jiwa disebut sebagai prioritas utama dalam menghadapi kondisi laut yang berpotensi memburuk. Masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi BMKG selama periode gelombang tinggi ini.