Influenza A pada Balita: Cara Virus Masuk dan Menyerang Tubuh Anak

Penulis: Ragil  •  Minggu, 20 September 2026 | 09:04:31 WIB

ACEH — Kasus Influenza A kembali membuat orang tua balita waspada, karena virus ini tidak sekadar singgah di tenggorokan. Prof. DR. Dr. Anggraini Alam dari IDAI menjelaskan tahapan virus menembus saluran napas hingga memicu peradangan, supaya ibu bisa mengenali gejalanya lebih dini.

Virus influenza A bekerja jauh lebih agresif dibanding flu biasa. Begitu berhasil menembus pertahanan awal saluran pernapasan, virus ini langsung membajak sel tubuh manusia untuk memperbanyak diri.

Prof. DR. Dr. Anggraini Alam, dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memaparkan proses tersebut dalam konferensi pers IDAI secara daring, Jumat (18/9/2026).

Flu Bukan Selesma, Ini Bedanya

Banyak ibu masih menyamakan flu dengan selesma atau common cold. Padahal keduanya berbeda, terutama pada tingkat keparahan dan cara virus bekerja di dalam tubuh.

“Ingat, tidak sama influenza atau flu itu sama dengan selesma atau common cold. Flu dia itu lebih berat,” ujar Prof. Anggraini.

Pada balita dan anak-anak, perbedaan ini penting dikenali sejak awal. Flu biasa umumnya ringan dan mereda dalam beberapa hari, sementara influenza bisa berkembang cepat dan membebani sistem pernapasan anak.

Bagaimana Virus Influenza A Menembus Saluran Napas

Proses infeksi dimulai saat virus berhasil melewati pertahanan awal saluran pernapasan manusia. Setelah masuk, virus influenza bertindak seperti peretas genetik terhadap sel tubuh.

“Begitu dia masuk, dia akan mengikuti bagaimana RNA, DNA, genetik kita, sehingga dia bisa memperbanyak dirinya di dalam sel kita sampai sel kita rusak, kemudian dia akan dikeluarkan,” jelas Prof. Anggraini.

Artinya, virus tidak hanya menempel di permukaan tenggorokan. Ia masuk ke dalam sel, memakai materi genetik sel tersebut untuk menggandakan diri, lalu keluar dan menyebar ke jaringan sekitarnya.

Peradangan Tinggi yang Membuat Anak Lemas

Setelah memperbanyak diri, jutaan partikel virus baru menyerbu jaringan saluran pernapasan. Tubuh merespons dengan peradangan atau inflamasi tingkat tinggi sebagai bentuk pertahanan.

Reaksi inilah yang membuat anak tampak lemas, demam, dan tidak nyaman. Peradangan adalah cara tubuh melawan, tetapi juga yang membuat gejala flu terasa berat bagi balita.

Kapan Ibu Perlu ke Dokter

Karena influenza A bisa berkembang cepat, ibu sebaiknya tidak menunggu terlalu lama jika gejala anak memburuk. Perhatikan tanda seperti demam tinggi yang sulit turun, napas cepat atau sesak, anak sangat lemas, tidak mau minum, atau tampak dehidrasi.

Balita termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi. Segera konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat, apalagi jika ada riwayat penyakit penyerta.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Pastikan anak cukup istirahat dan minum cairan agar tidak dehidrasi. Jaga kebersihan tangan, bersihkan permukaan yang sering disentuh, dan hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

Mengenali cara virus influenza A bekerja membantu ibu lebih sigap membaca gejala pada balita. Deteksi dini dan penanganan cepat tetap jadi kunci melindungi anak dari flu yang lebih berat.

Reporter: Ragil
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top