ACEH — Google merilis aplikasi Gemini untuk Windows yang menggabungkan notebook, pembuatan gambar dan video, otomatisasi, serta layanan Google dalam satu aplikasi desktop. Kehadirannya membuat Copilot terasa kurang ambisius meski Microsoft memiliki sistem operasinya sendiri. Pengguna Windows yang bergantung pada ekosistem Google kini punya alasan kuat memasang aplikasi ini.
Aplikasi Gemini untuk Windows menempatkan Google sebagai penantang serius di ranah asisten AI desktop. Microsoft seharusnya memperhatikan langkah ini. Sebab, meski menguasai Windows, Copilot justru tampak kalah ambisius dibanding produk yang baru masuk ke platformnya sendiri.
Gemini bukan sekadar jendela AI yang menduplikasi fungsi browser. Aplikasi ini menyatukan notebook, alat pembuatan gambar dan video, fitur otomatisasi, serta layanan Google dalam satu atap. Semakin lama digunakan, semakin jelas bahwa Google membangun aplikasi AI untuk Windows seperti yang seharusnya lebih dulu dibuat Microsoft.
Untuk pertanyaan umum, minta penjelasan, menulis ulang teks, brainstorming ide, atau meringkas konten, Gemini dan Copilot sama-sama mumpuni. Jarak keduanya tidak dramatis di ranah kueri AI sehari-hari.
Masalah utama Copilot justru soal identitas. Microsoft sempat menyediakan dua aplikasi Copilot untuk pengguna Windows sebelum akhirnya menggabungkannya menjadi satu. Langkah konsolidasi itu disambut baik, tetapi Microsoft kini mengerjakan pengalaman all-in-one Copilot lain. Pola ini menunjukkan strategi Copilot yang belum konsisten.
Perbedaan paling mencolok muncul saat membandingkan Gemini Notebook dengan Copilot Notebook. Gemini memberi keleluasaan lebih besar atas materi yang bisa dimasukkan ke notebook. Pengguna dapat menambahkan video YouTube, mengunggah file Markdown, menarik dokumen, dan membangun ruang riset utuh seputar satu topik.
Copilot Notebook terasa jauh lebih terbatas. File hanya bisa diambil dari OneDrive dan tautan web yang ditempel. Bahkan tidak ada opsi menarik seluruh notebook OneNote dengan satu klik. Untuk memakai satu halaman OneNote sebagai sumber, pengguna harus menyalin tautannya lebih dulu lalu menempelkannya secara manual.
Setelah informasi masuk, Gemini Notebook menawarkan lebih banyak opsi. Fitur seperti Video Overview, presentasi, dan format hasil lain mengubah sumber menjadi materi yang bisa dipelajari atau dipakai ulang. Responsnya cepat dan terasa seperti lingkungan riset sungguhan, bukan sekadar tempat menumpuk file. Copilot Notebook menangani hal dasar, tetapi Gemini Notebook beberapa langkah lebih maju.
Pembuatan gambar menjadi area lain tempat Gemini melesat. Copilot bisa membuat gambar dan hasilnya cukup baik untuk prompt sederhana. Gemini memberi perangkat kreatif lebih lengkap karena gambar dan video bisa dikerjakan dari aplikasi yang sama.
Perbedaannya langsung terasa saat keduanya diberi prompt gambar kompleks. Prompt meminta meja kerja teknologi detail dengan beberapa perangkat, aksesori, pencahayaan, dan instruksi penempatan presisi. Copilot menghasilkan gambar yang bisa dipakai, tetapi Gemini mengikuti prompt jauh lebih baik, termasuk detail kecil yang mudah terlewat.
Bagi pengguna yang sering memakai generator gambar untuk konsep samar, kemampuan mengikuti tata letak dan instruksi visual secara presisi menjadi nilai tambah besar.
Integrasi layanan Google adalah titik di mana Gemini benar-benar unggul. Pengguna Google Photos, Keep Notes, Tasks, dan Gmail bisa memanfaatkan ekosistem itu secara langsung. Gemini dapat diminta menarik tiga foto teratas dari Sapa, Vietnam, membuat tugas baru di Google Tasks, menambah catatan di Keep Notes, sekaligus meringkas email di Gmail.
Integrasi semacam itu yang seharusnya lebih dulu dikuasai Copilot di Windows. Kenyataannya, Copilot hanya bisa bekerja dengan file Office yang tersimpan di OneDrive. Pengguna tidak bisa meminta Copilot membuat halaman atau bagian baru di OneNote atau menarik tugas dari Microsoft To Do. Integrasi Microsoft sering terasa sebagai fitur yang tersebar di aplikasi terpisah, bukan satu asisten yang terhubung.
Aplikasi Gemini untuk Windows belum sempurna, tetapi saat ini lebih mendekati gambaran ruang kerja AI all-in-one. Kombinasi notebook, otomatisasi, model Gemini yang mumpuni, dan integrasi layanan Google membuat aplikasi ini layak dibiarkan terbuka sepanjang hari.
Microsoft jelas menuju arah yang sama lewat rencana aplikasi super Copilot. Jika Microsoft berhasil menyatukan Copilot, agen Microsoft 365, alat coding, dan fitur AI lain dengan benar, perbandingan ini bisa berubah drastis. Untuk sekarang, Gemini berada di depan, dan cukup ironis bahwa Google yang menunjukkan caranya kepada Microsoft.