BIREUEN — Pemerintah Gampong Geulanggang Gampong menegaskan pencegahan stunting tidak menunggu munculnya kasus. Meski belum ditemukan kasus stunting maupun gizi buruk di wilayah itu, pemerintah gampong tetap menjalankan pendampingan sejak masa kehamilan. Pra-Musrenbang Tematik Stunting digelar untuk memastikan program yang lahir benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Bidan Desa Nana Fitriani menyebut Kelas Ibu Hamil kini diperkuat dan dilaksanakan setiap minggu ketiga setiap bulan. Materinya meliputi gizi, pemeriksaan kehamilan, persiapan persalinan, ASI, imunisasi, dan pencegahan kehamilan berisiko.
Selain ibu hamil, cakupan imunisasi dasar lengkap yang baru sekitar 34 persen menjadi perhatian tersendiri. Tenaga kesehatan dan kader terus melakukan edukasi kepada keluarga agar imunisasi bayi dan balita tidak terlewat.
Geulanggang Gampong terdiri dari empat dusun dengan sekitar 1.231 kepala keluarga. Pemerintah gampong melibatkan Puskesmas, kader Posyandu, KPM, TP-PKK, dan Pendamping Desa dalam penguatan pencegahan stunting.
Keuchik Geulanggang Gampong, Teuku Saifunna, menekankan hasil rembug harus melahirkan program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
"Jangan menunggu anak bermasalah baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, dari masa kehamilan, dengan pola hidup sehat, makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan dan imunisasi," ujarnya.
Pemerintah gampong mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pencegahan stunting dari keluarga. Kegiatan ini dihadiri tamu undangan lintas sektor, termasuk Sekcam Kota Juang Azhari Ibrahim, Ketua TP-PKK Kecamatan Kota Juang Popy, Kapolsek Kota Juang Iptu Faisal, Danramil Kapten Inf Hesniady, dan Kepala Puskesmas dr. Asmaul Husna.
Hadir pula Ketua TP-PKK Gampong Julia Fonna, Pendamping Desa Romi Yulinda, Bidan Nana Fitriani, Evi Eliza, serta kader kesehatan, KPM, dan tokoh masyarakat. Bagi Geulanggang Gampong, tidak adanya kasus stunting saat ini bukan alasan untuk berhenti bergerak.