ACEH TENGGARA — Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan penyesuaian pola distribusi dilakukan agar pasokan tetap sampai ke masyarakat. Pengalihan menyasar tiga titik layanan yang dinilai siap menampung lonjakan permintaan dari wilayah sekitar Lawe Kihing.
Penyaluran BBM yang sebelumnya dilakukan melalui SPBU Lawe Kihing kini dialihkan ke tiga SPBU berikut:
Ketiganya beroperasi selama 24 jam untuk melayani masyarakat. Pertamina menilai pola operasi nonstop itu penting agar warga tidak kesulitan mendapatkan BBM, terutama pada jam-jam di luar aktivitas biasa.
Fahrougi menjelaskan bahwa penyesuaian suplai ke masing-masing SPBU mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pelayanan di lapangan. "Pengalihan ini merupakan bagian dari penyesuaian pola distribusi menyusul tidak beroperasinya salah satu titik layanan," kata Fahrougi.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian suplai dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pelayanan di lapangan. Langkah itu diambil agar distribusi tetap merata di wilayah Aceh Tenggara.
Pertamina menegaskan alokasi BBM untuk Kabupaten Aceh Tenggara tidak berkurang meski satu SPBU berhenti beroperasi sementara. Pasokan yang semula disalurkan lewat Lawe Kihing dipindahkan ke tiga SPBU yang masih aktif.
Warga yang biasa mengisi BBM di Lawe Kihing diminta menyesuaikan diri dengan titik layanan terdekat. Ketiga SPBU pengganti tersebar di Kampung Melayu, Kuning, dan Babul Makmur.
Fahrougi menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan lembaga penyalur. Koordinasi itu untuk memastikan proses distribusi dan pelayanan BBM di Kabupaten Aceh Tenggara berjalan dengan baik.
Pemantauan dilakukan agar tidak ada gangguan pasokan selama masa pengalihan. Pertamina belum menyebut kapan SPBU Lawe Kihing kembali beroperasi.