Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Gaet 11.000 Peserta, Teken Investasi Hijau Rp 3,3 Triliun

Penulis: Yasir  •  Rabu, 30 September 2026 | 09:04:31 WIB
Peserta menghadiri pembukaan Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, 22 September 2026.

ACEH — Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, 22–24 September 2026, mempertemukan lebih dari 11.000 peserta dan 280 exhibitor dari Indonesia, ASEAN, dan sejumlah negara. Enam kerja sama strategis dengan nilai investasi hijau Rp 3,3 triliun diresmikan dalam forum yang dibuka Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tersebut. Kolaborasi ini menyasar pengembangan teknologi bersih, peningkatan TKDN, hingga penguatan infrastruktur kelistrikan nasional.

Penyelenggaraan ketiga hari itu menghadirkan ratusan pembicara dan pemimpin industri yang membahas persoalan nyata sektor ketenagalistrikan: kesiapan jaringan, kebutuhan investasi, digitalisasi dan AI, dekarbonisasi industri, pasokan listrik untuk data center, sampai pengembangan energi nuklir. Tema yang diusung, "Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience", menegaskan posisi Indonesia sebagai simpul perubahan energi di kawasan.

Opening ceremony dibuka Bahlil Lahadalia bersama Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno. Turut mendampingi Ketua Dewan Pengawas MKI yang juga Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Ketua Umum MKI sekaligus Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar, Ketua Pelaksana Electricity Connect 2026 sekaligus Direktur Distribusi PLN Arsyadany G. Akmalaputri, dan Portfolio Director Enlit Asia–Clarion Events Simon Hoare.

Enam Kerja Sama, Rp 3,3 Triliun Investasi Hijau

Nilai investasi hijau Rp 3,3 triliun mengalir lewat enam perjanjian yang diteken selama forum. Cakupannya meliputi pengembangan green investment, clean technology, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan penguatan infrastruktur energi.

Bagi MKI, angka itu menjadi bukti forum tidak berhenti di ruang diskusi. Arsyadany menyebut pembahasan selama tiga hari harus berlanjut menjadi solusi yang benar-benar diterapkan.

"Selama tiga hari penyelenggaraan, kami melihat diskusi yang sangat kuat mengenai tantangan nyata sektor ketenagalistrikan, mulai dari kesiapan jaringan, kebutuhan investasi, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan industri yang terus berubah," ujar Arsyadany.

Permintaan Listrik ASEAN dan Peran Indonesia

Simon Hoare menilai permintaan listrik Asia Tenggara tumbuh luar biasa, didorong pertumbuhan ekonomi, industri, data center, dan infrastruktur digital. Kawasan ini, katanya, sekaligus terus menambah energi terbarukan dan memperkuat jaringan listrik.

"Indonesia berada di pusat perubahan ini, dan Enlit Asia mempertemukan para pembuat kebijakan, operator sistem, pengembang proyek, investor, dan penyedia teknologi untuk berbagi pengalaman serta membahas tantangan industri," ujar Simon.

Kolaborasi Enlit Asia dengan MKI dinilai menjadi kekuatan penyelenggaraan tahun ini karena menghubungkan sektor ketenagalistrikan Indonesia dengan komunitas energi ASEAN dan internasional dalam satu forum.

Ruang Business Matching dan Teknologi

Peserta dari berbagai negara memakai forum ini untuk bertukar pengalaman, membangun jaringan, dan menjajaki kerja sama lewat business matching serta pertemuan di area pameran. Mereka juga melihat langsung perkembangan teknologi di bidang pembangkitan, transmisi, distribusi, digitalisasi sistem, dan infrastruktur energi.

Rangkaian acara mencakup ASEAN Energy Dialogue, Strategic Summit, Knowledge Hubs, forum khusus, business matching, dan pameran teknologi. Penyelenggara berharap koneksi yang terbentuk selama tiga hari dapat berkembang menjadi kolaborasi konkret bagi ketahanan dan transisi energi di Indonesia maupun ASEAN.

Bagi sektor ketenagalistrikan nasional, hasil terbesar forum ini bukan sekadar jumlah peserta, melainkan komitmen investasi yang menyentuh langsung rantai pasok dalam negeri lewat TKDN dan teknologi bersih.

Reporter: Yasir
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top