Pencarian

Pelatihan Batik Lokal di Aceh Tamiang Latih Puluhan Peserta Kuasai Teknik Cap dan Canting

Minggu, 13 September 2026 • 09:01:32 WIB
Pelatihan Batik Lokal di Aceh Tamiang Latih Puluhan Peserta Kuasai Teknik Cap dan Canting
Peserta mengikuti praktik membatik dengan teknik cap pada pelatihan kriya "Kreasi Batik Lokal" di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.

ACEH TAMIANG — Peserta pelatihan kriya "Kreasi Batik Lokal" mengikuti praktik membatik dengan teknik cap di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini digelar Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Pelatihan masuk dalam Program Ekraf Peduli. Program itu menyasar pemulihan pascabencana lewat peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan potensi ekonomi kreatif daerah.

Motif Pucuk Rebung hingga Cengkeh Jadi Materi Utama

Peserta mendapat materi soal filosofi batik, pengembangan motif, teknik produksi, hingga tantangan mengembangkan batik di tengah persaingan pasar dan perkembangan teknologi. Sejumlah motif lokal Aceh Tamiang diperkenalkan, seperti pucuk rebung, cengkeh, daun sirih, dan teratai.

Salah satu perajin yang hadir, Hasnah, aktif melestarikan batik Aceh Tamiang meski telah berusia 65 tahun. Ia memperkenalkan motif Pucuk Rebung yang terinspirasi dari kekayaan budaya lokal.

Pada sesi praktik, Hasnah mendemonstrasikan teknik membatik menggunakan canting dan cap. Peserta lalu mencoba langsung proses pencantingan dan pengecapan malam pada kain, bergantian sambil menyimak arahan perajin.

Peserta Terbaik Sumatera Dapat Pelatihan Lanjutan

Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif R. Adi Mukhtar Rivai menyebut pelatihan tidak berhenti pada keterampilan teknis. Menurut dia, peserta terbaik dari wilayah Sumatera akan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan.

"Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga bagaimana meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif. Peserta terbaik dari wilayah Sumatera nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan lanjutan," ujar Adi.

Pelatihan menghadirkan Sania Sari, Sekretaris Asosiasi Pengrajin dan Pengusaha Batik Indonesia sekaligus General Manager Hasan Batik Bandung, serta Hasnah sebagai perajin dan pelestari batik Aceh Tamiang.

Perempuan Peserta Dinilai Paling Antusias

Sania mengapresiasi antusiasme peserta, terutama para perempuan yang mengikuti pelatihan. Menurut dia, proses belajar membatik menuntut ketekunan dan kesabaran.

"Alhamdulillah, peserta di Aceh Tamiang ini, perempuan-perempuan, semangat sekali belajar teknik produksi batik. Semoga mereka bisa menjadi perajin batik yang andal dan membawa batik Aceh Tamiang ke kancah dunia," ujar Sania.

"Mudah-mudahan peserta tetap tekun dan sabar untuk belajar batik karena memang batik adalah pekerjaan yang penuh kesabaran," katanya.

Pelaku Usaha Berharap Keterampilan Berdampak ke Omzet

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, menilai sektor ekonomi kreatif di Aceh Tamiang masih berkembang bertahap. Potensi yang ada dinilai bisa memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus membuka kesempatan usaha baru.

Bagi peserta, pelatihan ini menjadi kesempatan menambah pengalaman dan keterampilan yang bisa langsung diterapkan ke usaha masing-masing.

"Semoga saya bisa mengimplementasikan ke depannya, membuat batik yang lebih baik lagi, dan usaha saya bisa lebih berkembang lagi," ujar salah seorang peserta.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediasatunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks