ACEH BESAR — Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil menyampaikan peringatan tersebut di Lambaro, Rabu (30/9/2026). Menurutnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang. Kondisi itu perlu diantisipasi warga yang bermukim di daerah berisiko bencana hidrometeorologi.
"Berdasarkan prakiraan BMKG untuk periode 29 September–5 Oktober 2026, masyarakat Aceh umumnya termasuk Aceh Besar diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat, khususnya pada 29 September–1 Oktober 2026," kata Ridwan.
Ridwan menyebut sejumlah kawasan di Aceh Besar masuk kategori rentan terhadap banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Warga di wilayah tersebut diminta lebih waspada saat intensitas hujan meningkat.
Pengendara yang melintasi jalur rawan longsor juga diingatkan berhati-hati. Potensi pohon tumbang akibat hujan sangat lebat menjadi perhatian tersendiri bagi BPBD setempat.
Langkah antisipasi yang diminta BPBD cukup sederhana. Warga diimbau membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing agar tidak tersumbat saat hujan deras turun.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana ketika kondisi cuaca memburuk. Pemantauan informasi resmi dari BMKG dan BPBD disebut menjadi kunci mengurangi risiko.
"Kami berharap masyarakat terus memantau informasi resmi terkini terkait perkembangan cuaca dari BMKG dan BPBD," ujar Ridwan.
Ridwan menekankan pentingnya peran warga dalam deteksi dini. Jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, warga dapat segera melapor ke aparat gampong atau BPBD Aceh Besar.
"Jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana dapat segera melaporkan kepada aparat gampong atau BPBD," katanya.
Peningkatan kewaspadaan dinilai menjadi langkah paling efektif meminimalisir dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. BPBD Aceh Besar memastikan terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG.