Gerakan Ibu Hamil Sehat 2026 Dibuka, Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Gizi dan Pemeriksaan Rutin

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:33:31 WIB
Wali Kota Pangkalpinang membuka Gerakan Ibu Hamil Sehat 2026 di Taman Wilhelmina.

ACEH — Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin resmi membuka Gerakan Ibu Hamil Sehat 2026 di Taman Wilhelmina, Rabu (14/10/2026). Program inisiatif Dinas Kesehatan ini menyasar ibu hamil di kota itu agar lebih sadar menjaga gizi, rutin memeriksa kehamilan, dan mendapat pendampingan keluarga sepanjang masa mengandung.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang menggagas gerakan yang menyasar langsung ibu hamil di wilayahnya. Kegiatan bertema kesehatan ibu dan bayi ini berlangsung di ruang terbuka Taman Wilhelmina, bukan di aula tertutup, supaya ibu-ibu bisa datang bersama keluarga.

Saparudin menilai perhatian pada kesehatan ibu hamil tidak cukup dilakukan menjelang persalinan. Ia mendorong pendampingan sejak awal kehamilan sampai proses melahirkan selesai.

Gizi dan Pemeriksaan Rutin Jadi Fokus Utama

Dalam sambutannya, Saparudin menyoroti tiga hal yang perlu diperhatikan ibu hamil: kebutuhan gizi, pemeriksaan kehamilan berkala, dan pencegahan risiko yang bisa memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi.

Pesan ini sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan soal pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama mengandung. Ibu hamil yang rutin memeriksakan diri lebih cepat terdeteksi jika ada masalah seperti anemia, tekanan darah tinggi, atau gangguan pertumbuhan janin.

Soal gizi, kebutuhan ibu hamil memang berbeda dari kondisi biasa. Asupan protein, zat besi, asam folat, dan kalsium perlu diperhatikan sejak trimester pertama, bukan hanya di akhir kehamilan.

Kesehatan Ibu Hamil Bukan Tanggung Jawab Ibu Sendiri

Saparudin menegaskan bahwa menjaga kesehatan selama kehamilan tidak bisa dibebankan kepada ibu seorang diri. Dukungan suami, keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar ikut menentukan.

Peran suami bisa dimulai dari hal sederhana: mengantar ke posyandu atau puskesmas, mengingatkan jadwal periksa, membantu pekerjaan rumah, dan memastikan istri cukup istirahat. Dukungan seperti ini berpengaruh nyata pada kondisi psikologis ibu hamil.

Lingkungan sekitar juga berperan, misalnya kader posyandu yang aktif mendata ibu hamil di wilayahnya atau tetangga yang siap membantu saat dibutuhkan.

Kata Wali Kota soal Generasi Penerus

Saparudin menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Kesehatan yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kesehatan ibu selama kehamilan menjadi salah satu faktor penting dalam menyiapkan kelahiran anak yang sehat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan ini. Tentunya kegiatan ini menjadi bekal bagi para ibu hamil agar bisa terus menjaga kesehatan, melahirkan anak yang sehat, dan nantinya menjadi penerus bangsa," ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa investasi pada kesehatan ibu hamil bukan sekadar urusan medis jangka pendek. Dampaknya berlanjut pada kualitas generasi berikutnya.

Yang Perlu Ibu Hamil Perhatikan Sehari-hari

Selain mengikuti program pemerintah, ibu hamil bisa menjaga kesehatan dengan langkah sederhana di rumah. Konsumsi makanan bergizi seimbang, minum tablet tambah darah sesuai anjuran, dan cukup istirahat adalah dasar yang tidak boleh dilewatkan.

Catat juga jadwal periksa kehamilan di buku KIA. Jika muncul keluhan seperti pusing berat, pandangan berkunang, bengkak di kaki dan tangan, atau gerakan janin berkurang, segera hubungi bidan atau dokter.

Kehadiran gerakan seperti ini di Pangkalpinang memberi kemudahan bagi ibu hamil untuk mendapat informasi dan pendampingan. Manfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan Dinas Kesehatan, ajak suami ikut serta, dan jangan ragu bertanya kepada tenaga kesehatan saat ada yang mengganjal.

Reporter: Sutomo
Sumber: faktaberita.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top