LHOKSEUMAWE — Sebanyak tujuh wilayah di Aceh terdampak kabut asap dalam waktu kurang dari dua hari. Wilayah tersebut meliputi Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, dan Bener Meriah.
Asap diduga terbawa angin dari titik api di luar provinsi, terutama Sumatera Selatan serta sejumlah kawasan di Kalimantan. Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Malikussaleh, Hesty Fauziah, menyebut asap yang menyelimuti Aceh Timur bukan berasal dari titik api di wilayah Aceh.
Wilayah sumber yang terpantau meliputi Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Meski asap terlihat di lapangan, Hesty menyatakan kualitas udara di Aceh, termasuk Aceh Timur, masih dalam kategori baik saat pemantauan.
Kondisi paling mengkhawatirkan dilaporkan dari dataran tinggi Gayo. Kepala BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, menyampaikan jarak pandang di daerah tersebut berkisar satu hingga dua kilometer.
Kabut asap menyelimuti Bener Meriah sejak Rabu dan masih bertahan hingga Kamis. Pengendara diminta ekstra waspada, terutama saat melintasi jalan dengan pandangan terbatas.
Masyarakat diimbau menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, menutup pintu dan jendela, serta memperbanyak konsumsi air. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.
Di Aceh Timur, kabut asap menyelimuti ruas jalan nasional Medan-Banda Aceh di kawasan Desa Matang Pineung, Kecamatan Darul Aman. Sejumlah pengendara harus lebih berhati-hati karena asap membatasi jarak pandang.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan perjalanan apabila ketebalan asap meningkat. Warga yang mengalami batuk berat atau sesak napas diminta segera mencari pertolongan medis.
Pemerintah Kota Lhokseumawe mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu asap terlihat sangat pekat untuk melakukan pencegahan. Warga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta menutup pintu dan jendela rumah.
Imbauan juga menekankan pentingnya menghindari sumber asap tambahan, termasuk pembakaran sampah. Ketika asap dari luar wilayah mulai masuk, pembakaran terbuka di lingkungan permukiman berpotensi memperburuk paparan yang dialami masyarakat.
Pemantauan informasi cuaca resmi menjadi langkah penting selama kondisi tersebut berlangsung. Warga diingatkan agar tidak menganggap kabut asap semata-mata sebagai gangguan jarak pandang.
Partikel dari kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada orang yang memiliki kondisi kesehatan rentan. Masyarakat diminta tetap memantau informasi resmi dan menjaga kesehatan selama sebaran asap berlangsung.