BANDA ACEH — Bimbingan teknis (Bimtek) Persiapan Purna Tugas yang digelar BKPSDM Banda Aceh diikuti 65 ASN yang masuk daftar batas usia pensiun (BUP) pada November 2026 sampai November 2027. Kegiatan mengusung tema "Mempersiapkan Masa Pensiun yang Produktif, Mandiri, dan Sejahtera melalui Penguatan Mental, Literasi Keuangan, dan Kewirausahaan".
Materi disusun tidak sekadar teori. Peserta mendapat penguatan mental, literasi keuangan berbasis prinsip syariah, dan kewirausahaan, lalu diajak kunjungan lapangan ke pelaku UMKM di Banda Aceh pada hari kedua.
Pembukaan di Aula Hotel Rasamala itu dihadiri para asisten, staf ahli, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), narasumber, fasilitator, serta mitra pendukung kegiatan.
Illiza: Pensiun Bukan Berarti Berhenti Berkarya
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Banda Aceh yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, perhatian pemerintah terhadap aparatur tidak berhenti saat masa aktif bekerja berakhir.
"Menjadi ASN bukanlah perjalanan yang singkat. Ada bertahun-tahun waktu, tenaga, pikiran, dan komitmen yang telah dicurahkan. Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak dan Ibu atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan selama ini," ujar Illiza.
Ia mengingatkan bahwa pensiun membawa perubahan besar dalam keseharian. Rutinitas kantor berkurang, sementara waktu untuk keluarga dan kepentingan pribadi justru bertambah.
"Pensiun dari pekerjaan bukan berarti berhenti berkarya. Bapak dan Ibu masih memiliki pengalaman, pengetahuan, keterampilan, serta jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif," katanya.
Tiga Hal yang Diminta Disiapkan Sebelum Purna Tugas
Illiza menekankan tiga hal yang perlu dipersiapkan menjelang purna tugas. Pertama, kesiapan mental menghadapi perubahan. Ia mengajak para ASN membangun pola kehidupan baru dengan mempererat hubungan keluarga, meningkatkan ibadah, menjaga silaturahmi, serta memperhatikan kesehatan fisik dan pikiran.
Kedua, pengelolaan keuangan keluarga. Ia meminta ASN mulai menghitung kebutuhan rutin, menyiapkan biaya kesehatan, dan berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
"Dana yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun merupakan hasil kerja keras Bapak dan Ibu. Kelola dengan penuh pertimbangan agar dapat menopang kehidupan keluarga dalam jangka panjang," sebutnya.
Ketiga, membuka peluang untuk tetap produktif. Menurut Illiza, masa pensiun bisa menjadi kesempatan mengembangkan minat dan keterampilan melalui usaha kuliner, perdagangan, pertanian, jasa, maupun UMKM.
"Namun, produktif tidak selalu harus menjadi pengusaha, melainkan juga bisa dengan berbagi ilmu, mendampingi keluarga, dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan," ujarnya.
Ia meminta peserta tidak terburu-buru mengambil keputusan setelah pensiun. Setiap langkah, kata dia, sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang baik.
Harapan agar Tetap Bermanfaat bagi Lingkungan
Di akhir sambutannya, Illiza berharap para ASN yang memasuki purna bakti tetap menjadi pribadi yang membawa manfaat di lingkungannya.
"Pengabdian boleh berganti suasana, namun semangat berkarya tetap menyala. Bapak dan Ibu tetap merupakan bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Banda Aceh. Berakhirnya masa tugas bukan berarti berakhir pula penghargaan kami terhadap pengabdian yang telah diberikan," ujar Illiza.
Bimtek dua hari ini menjadi bekal awal bagi 65 ASN tersebut sebelum resmi meninggalkan jabatan dalam rentang setahun ke depan.