Pencarian

Aceh Barat Salurkan Rp6,4 Miliar Bantuan Bagi 8.969 Fakir Miskin

Selasa, 05 Mei 2026 • 19:46:01 WIB
Aceh Barat Salurkan Rp6,4 Miliar Bantuan Bagi 8.969 Fakir Miskin
Pemerintah Aceh Barat salurkan bantuan sosial Rp6,4 miliar untuk 8.969 fakir miskin.

MEULABOH — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Baitul Mal Kabupaten (BMK) resmi menyalurkan dana bantuan sosial senilai Rp6,4 miliar. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk 8.969 orang senif fakir dan miskin yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten setempat.

Bupati Aceh Barat Tarmizi menyatakan bahwa anggaran bantuan ini bersumber dari optimalisasi pengelolaan dana Baitul Mal, termasuk kontribusi dari tingkat desa atau gampong. Penyaluran bantuan tersebut sudah mulai berjalan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan di Meulaboh dan sekitarnya.

Optimalisasi Potensi Zakat dan Infak Daerah

Tarmizi menekankan pentingnya peningkatan pendapatan Baitul Mal sebagai kunci untuk memperluas jangkauan manfaat bagi warga prasejahtera. Menurutnya, potensi zakat, infak, dan wakaf di Aceh Barat saat ini masih sangat besar namun belum tergarap secara maksimal oleh otoritas terkait.

“Setiap tahun kita targetkan pendapatan Baitul Mal terus meningkat dari infak, zakat, dan wakaf masyarakat. Saat ini kontribusi nya masih kecil, terutama dari mereka yang memiliki penghasilan besar,” ujar Tarmizi di Meulaboh, Selasa.

Pemerintah daerah memproyeksikan, jika pendapatan zakat meningkat, program bantuan dapat dikembangkan ke sektor lain yang lebih luas. Hal ini mencakup pembangunan rumah dhuafa, pemberian beasiswa pendidikan, hingga penyediaan modal usaha bagi keluarga kurang mampu.

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Produktif

Meski bantuan rutin disalurkan, Pemkab Aceh Barat menegaskan bahwa dukungan finansial ini tidak bersifat permanen bagi semua penerima. Pemerintah daerah memiliki target besar untuk menurunkan angka kemiskinan secara bertahap setiap tahunnya melalui program kemandirian.

“Kita ingin penerima bantuan berkurang dari waktu ke waktu, kecuali bagi lansia. Untuk yang masih produktif, kita dorong agar bisa mandiri,” kata Tarmizi menambahkan.

Skema bantuan ke depan akan lebih diarahkan pada pemberdayaan ekonomi agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada dana bantuan sosial. Namun, bagi kelompok lansia dan warga non-produktif, dukungan jaring pengaman sosial tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Imbauan Zakat bagi Perusahaan di Aceh Barat

Dalam kesempatan tersebut, Tarmizi juga memberikan teguran halus sekaligus imbauan kepada perusahaan dan individu yang mencari nafkah di wilayah Aceh Barat. Ia meminta agar kewajiban zakat dan infak ditunaikan di daerah tempat mereka beroperasi guna membantu pembangunan lokal.

“Jangan mencari rezeki di Aceh Barat, tetapi zakat nya dibawa ke daerah lain. Kita berharap kepedulian bersama untuk membangun daerah melalui Baitul Mal,” tegasnya.

Langkah penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Secara jangka panjang, sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat melalui Baitul Mal diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengentasan kemiskinan di Aceh Barat.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

Berita Terkini

Indeks