Pemerintah Inggris resmi membuka diskusi untuk mendukung pencalonan tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade pada dekade 2040-an. Langkah ini mencakup evaluasi mendalam terhadap kelayakan biaya serta ambisi memperluas lokasi penyelenggaraan ke wilayah utara, melampaui dominasi London.
Keseriusan Inggris untuk kembali mendatangkan pesta olahraga terbesar di dunia tersebut mulai memasuki babak baru. Pemerintah setempat kini tengah melakukan pekerjaan awal guna menilai faktor biaya, manfaat sosial-ekonomi, hingga peluang keberhasilan bidding tersebut. Jika terealisasi, ini akan menjadi kali pertama Inggris menggelar Olimpiade sejak kesuksesan London 2012.
Dorongan untuk membawa Olimpiade keluar dari ibu kota semakin menguat dalam beberapa bulan terakhir. Ketua lembaga pendanaan UK Sport sempat memberikan sinyal bahwa aspirasi sebagai tuan rumah bisa melibatkan kolaborasi antara Liverpool dan Manchester. Hal ini sejalan dengan desakan para pemimpin politik di utara Inggris yang menilai wilayah mereka memiliki argumen kuat untuk menjadi pusat kegiatan olahraga global di masa depan.
Ambisi Besar di Lapangan Golf dan Sepak Bola
Selain fokus pada Olimpiade, menteri-menteri di kabinet Inggris juga mempertimbangkan dukungan untuk pencalonan tuan rumah Ryder Cup dan Solheim Cup pada 2030-an. Bolton bahkan sudah terang-terangan mengajukan diri sebagai lokasi penyelenggaraan Ryder Cup 2035. Upaya ini bertujuan mengakhiri penantian lebih dari tiga dekade bagi Inggris untuk kembali menggelar turnamen golf beregu paling bergengsi tersebut.
Peta jalan olahraga Inggris memang terlihat sangat padat untuk sepuluh tahun ke depan. Inggris bersama Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia sudah dipastikan menjadi tuan rumah Euro 2028. Selain itu, Inggris menjadi satu-satunya peminat serius yang mengincar status penyelenggara Piala Dunia Wanita 2035.
Perang Melawan Calo Tiket dan Regulasi Baru
Sebagai bagian dari kerangka kerja acara olahraga nasional yang baru, pemerintah berencana memperketat aturan komersial. Salah satu poin krusial adalah rencana mengkategorikan penjualan ulang tiket tanpa izin sebagai tindak pidana. Aturan tegas ini akan menyasar ajang besar seperti Euro 2028 guna melindungi penggemar dari harga yang melonjak tidak wajar.
"Langkah ini akan mempermudah proses penawaran, pengamanan, dan penyelenggaraan acara olahraga besar," tulis pernyataan resmi pemerintah terkait kebijakan perlindungan konsumen tersebut. Sebelumnya, legislasi serupa sudah diumumkan pada November lalu, namun saat itu belum menyentuh sektor sepak bola secara spesifik.
Menunggu Keputusan Komite Olimpiade Internasional
Meski Inggris sudah mulai bersiap, Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejauh ini baru menetapkan Los Angeles (2028) dan Brisbane (2032) sebagai tuan rumah edisi mendatang. Slot untuk Olimpiade 2036 dan seterusnya masih terbuka lebar bagi kota-kota di seluruh dunia yang ingin bersaing.
Wali Kota London, Sadiq Khan, sebenarnya sudah menyuarakan keinginan agar London kembali maju untuk edisi 2040. Namun, dengan munculnya opsi kota co-host seperti Manchester dan Liverpool, Inggris tampaknya ingin menyajikan konsep yang berbeda dibandingkan edisi 1908, 1948, dan 2012 yang semuanya berpusat di London.