Pencarian

ATC dan Bea Cukai Lhokseumawe Jajaki Ekspor Produk UMKM Aceh Lewat Pelabuhan Krueng Geukuh

Kamis, 14 Mei 2026 • 19:55:45 WIB
ATC dan Bea Cukai Lhokseumawe Jajaki Ekspor Produk UMKM Aceh Lewat Pelabuhan Krueng Geukuh
ATC dan Bea Cukai Lhokseumawe berdiskusi mengenai ekspor produk UMKM Aceh melalui Pelabuhan Krueng Geukuh.

LHOKSEUMAWE — Aceh Trading Committee (ATC) bersama Kantor Bea Cukai Lhokseumawe menggelar audiensi untuk membahas skema ekspor komoditas unggulan daerah, Rabu (13/5/2026). Pertemuan itu berlangsung di Aula Malikussaleh dan dipimpin langsung Ketua ATC Zulkarnaini.

Dalam paparannya, ATC menyebut telah menjalin komunikasi dengan perusahaan di Malaysia sebagai calon pembeli. Organisasi itu juga menggandeng agen pelayaran untuk menangani kebutuhan logistik ekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukuh.

Ekosistem Perdagangan untuk Produk Lokal

ATC memaparkan rencana pembentukan ekosistem perdagangan yang akan menampung hasil pertanian dan produk UMKM dari Aceh Utara serta wilayah sekitarnya. Tujuannya, memasarkan produk-produk itu ke pasar internasional secara berkelanjutan.

Rombongan ATC turut dihadiri pengurus Yusuf A dan Anwar Muhammad. Dari pihak PT Pembangunan Lhokseumawe, hadir Direktur Pengembangan Usaha Muntazar dan Direktur Keuangan Junaidi.

Bea Cukai Siapkan Pendampingan

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe Bambang Sutarjo menerima langsung rombongan bersama pejabat struktural dan fungsional. Ia menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya peningkatan ekspor daerah, terutama yang melibatkan UMKM.

“Bea Cukai siap memberikan asistensi dan pendampingan kepada pelaku usaha agar kegiatan perdagangan internasional berjalan lancar, tertib administrasi, dan sesuai aturan,” kata Bambang.

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat. Kepastian hukum, menurut dia, memberikan rasa aman bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Tantangan Realisasi Ekspor dari Aceh

Meski peluang terbuka lebar, realisasi ekspor melalui Pelabuhan Krueng Geukuh masih bergantung pada sejumlah faktor. Kesiapan pelaku usaha, kualitas produk, kontinuitas pasokan, serta pemenuhan standar negara tujuan menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Pelabuhan Krueng Geukuh selama ini dikenal sebagai salah satu infrastruktur maritim strategis di Aceh Utara. Jika skema ekspor ini terealisasi, daya saing produk UMKM dan komoditas pertanian Aceh di pasar global berpotensi meningkat signifikan.

Bagikan
Sumber: satupena.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks