Pencarian

Bahlil Pastikan BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026, Ini Alasannya

Jumat, 05 Juni 2026 • 23:54:31 WIB
Bahlil Pastikan BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026, Ini Alasannya
Bahlil pastikan harga BBM dan LPG subsidi tidak naik hingga akhir 2026.

ACEH — Bahlil menyampaikan pernyataan tersebut dalam sambutannya di acara Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957, di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Ia menegaskan bahwa keputusan ini merupakan arahan langsung Presiden dan wujud komitmen Partai Golkar yang pro-rakyat.

"Saya ingin mengatakan bahwa karena Golkar adalah partai yang pro rakyat, saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insyaallah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember," ujar Bahlil dalam pidatonya.

Tekanan Global Tak Mempan, Daya Beli Jadi Prioritas

Bahlil mengakui ada banyak dinamika dan tekanan agar pemerintah menaikkan harga energi subsidi. Namun, pemerintah memutuskan untuk tidak goyah. "Banyak dinamika yang meminta dinaikkan, saya katakan bahwa sudah saatnya pada saat kondisi global yang tidak menentu, kondisi global yang tidak terlalu baik-baik saja, kita pemerintah... harus berpihak betul kepada rakyat," jelasnya.

Kebijakan ini diambil di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang masih tinggi. Pemerintah menilai kenaikan harga BBM dan LPG subsidi akan berdampak langsung pada inflasi dan daya beli masyarakat kelas bawah. Oleh karena itu, status quo dipertahankan.

Bocoran Praktik Transfer Pricing di Ekspor SDA

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga membongkar praktik curang di sektor ekspor sumber daya alam (SDA). Ia mengaku menemukan praktik transfer pricing dan under invoicing yang dilakukan secara sistematis selama 1,5 tahun menjabat sebagai Menteri ESDM.

"Setelah kita melihat 1,5 tahun saya jadi menteri ESDM, tidak bisa dipungkiri bahwa memang telah terjadi transfer pricing dan under invoicing, dan itu dilakukan secara by design, secara seksama," katanya.

Ia memberikan contoh konkret modus operasinya. "Harga di luar, contoh Rp10.000, dia jual dari sini ke perusahaannya di negara dekat itu cuma Rp700 atau Rp800. Habis itu dia jual Rp800 ke negara itu jadi Rp1.000. Yang harusnya kita terima pajak, nilai dasarnya dari Rp1.000, akhirnya kita cuma terima dari Rp700, dan ini terjadi terus-menerus," papar Bahlil.

Pesan untuk Kosgoro: Bertanding Tapi Bersanding

Di penghujung sambutannya, Bahlil yang juga kader Partai Golkar menyempatkan diri memberi pesan kepada dua calon ketua umum Kosgoro 1957 periode 2026-2031, Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar. Ia meminta keduanya mengedepankan persatuan.

"Tapi saya pengin Ibu Sari maupun La Ode, Kosgoro yang sudah begini bagus, harus kalian punya jiwa besar. Jiwa besar yang saya maksudkan adalah silakan bertanding, tapi untuk bersanding," ujarnya.

Bahlil menekankan bahwa tidak ada organisasi yang besar tanpa kolaborasi. "Karena tidak ada organisasi yang hebat tanpa ada kekompakan. Nggak ada, belum ada saya menemukan sebuah organisasi yang lahir dan besar untuk mencapai tujuannya tanpa ada kolaborasi dan kerja sama yang baik, belum ada," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks