BANDA ACEH — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyoroti lonjakan inflasi yang menempatkan provinsi itu di posisi kedua tertinggi secara nasional. Ia menilai tekanan harga ini tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah daerah tanpa dukungan penuh dari pusat.
“Kami berharap perhatian pemerintah pusat untuk membantu menstabilkan kondisi perekonomian Aceh,” ujar Fadhlullah saat bertemu Mendagri Tito Karnavian, Selasa (9/6/2026).
Tekanan Inflasi dan Dampaknya ke Daya Beli Warga
Menurut data yang dirujuk Wagub, inflasi Aceh kini berada di level yang mengkhawatirkan. Ia mengatakan kenaikan harga barang dan jasa telah langsung memukul kantong warga, terutama di sektor kebutuhan pokok. Tanpa intervensi, stabilitas perekonomian daerah diprediksi bakal semakin tertekan.
Realisasi Anggaran TKD Baru 45 Persen, Wagub Minta Percepatan
Selain inflasi, Fadhlullah juga membeberkan capaian realisasi anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang baru mencapai 45 persen. Ia mendesak seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh untuk mempercepat penyerapan anggaran tersebut.
Menurutnya, percepatan ini krusial karena Aceh tengah memperjuangkan perpanjangan dana otonomi khusus (otsus). Dana otsus menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
“Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang berupaya agar perpanjangan dana otsus Aceh yang sedang diusulkan bisa terwujud tahun ini,” tegasnya.
Mendagri Tito Berkomitmen Dukung Otsus Aceh dan Pemulihan Pascabencana
Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung keberlanjutan dana otonomi khusus Aceh. Ia bahkan menyebutkan rencana pengembalian skema dua persen yang akan mulai berlaku tahun depan.
Tito meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana yang sudah tersedia saat ini, khususnya untuk program pemulihan pascabencana dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Oleh sebab itu, dana TKD yang sudah dikembalikan pada tahun ini dapat digunakan segera dan dihabiskan untuk berbagai program pemulihan bencana agar usulan anggaran tahun berikutnya dapat berjalan lancar,” ujar Tito.