MEULABOH — Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di lima kecamatan di Aceh Barat. Hingga Kamis, total lahan terdampak mencapai 31,1 hektare, meluas dari angka sebelumnya 29,1 hektare.
Teuku Ronal merinci, Kecamatan Bubon menjadi wilayah terparah dengan total 25 hektare lahan terbakar. Rinciannya, Gampong Berawang seluas 15 hektare dan Gampong Kuta Padang Layung seluas 10 hektare.
Kecamatan Lain yang Terbakar
Di Kecamatan Johan Pahlawan, api menghanguskan satu hektare lahan di Desa Lapang dan 0,5 hektare di Desa Seunebok. Kecamatan Meureubo mencatat dua titik kebakaran di Desa Ujong Tanoh Darat, masing-masing seluas 1,6 hektare dan satu hektare.
Dua kecamatan lainnya, Samatiga dan Arongan Lambalek, masing-masing kehilangan dua hektare lahan di Desa Cot Seumeurueng dan satu hektare di Desa Gunung Pulo.
Hambatan di Lapangan: Akses Sulit dan Asap Tebal
Upaya pemadaman tidak berjalan mulus. Teuku Ronal mengatakan vegetasi yang terbakar menghasilkan kepulan asap tebal, mengganggu pernapasan personel dan memperpendek jarak pandang.
“Jauhnya lokasi kebakaran dan angin kencang serta akses jalan yang sulit dilalui kendaraan roda empat, menjadi tantangan bagi tim gabungan untuk melakukan upaya pemadaman api,” ujarnya.
Helikopter BNPB dan Armada Darat Dikerahkan
BPBD bersama BNPB dan instansi terkait menurunkan satu helikopter pengeboman air BNPB untuk menjangkau titik api dari udara. Di darat, dua mobil dobel kabin, satu mobil pikap Panther, satu motor trail, dan satu unit armada 014 dikerahkan.
Tiga mesin pompa air milik BPBD dan satu mesin pompa dari swadaya masyarakat juga dioperasikan untuk menyedot air dari sumber terdekat.
Personel Gabungan Dikerahkan
Operasi pemadaman melibatkan personel dari BPBD Aceh Barat, Kodim Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil dan Polsek setempat, KPH IV, UKM PK UTU, serta masyarakat di desa-desa terdampak.
Teuku Ronal berharap kobaran api dapat dipadamkan seluruhnya dalam waktu dekat, meskipun kondisi lapangan masih berat.