ACEH BESAR — Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ini melibatkan kolaborasi Sales Area Retail Aceh, Fuel Terminal Krueng Raya, PT Elnusa Petrofin, dan tim HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Dari total 75 peserta, 50 di antaranya merupakan pengawas SPBU dari wilayah Kota Banda Aceh, sementara 25 lainnya adalah pekerja dan operator SPBU CODO 13.233.404.
Skenario Darurat: BBM Tumpah Saat Bongkar Muat
Dalam simulasi lapangan, peserta mempraktikkan penanganan keadaan darurat akibat luberan bahan bakar minyak saat proses pembongkaran. Insiden itu kemudian memicu kebakaran pada Mobil Tangki milik PT Elnusa Petrofin yang tengah berada di area SPBU.
Kegiatan ini dirancang untuk menguji efektivitas prosedur tanggap darurat, koordinasi antar fungsi, serta kesiapan personel di lapangan. Sebelum simulasi, peserta juga mengikuti pelatihan First Aider di Ruang Serbaguna Sales Area Retail Aceh dan sesi tabletop exercise.
Keselamatan Bukan Hanya Tugas Tim HSSE
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.
"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional Pertamina. Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel, mitra kerja, dan pemangku kepentingan terkait memiliki kesiapan serta kemampuan respons yang cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat sehingga risiko terhadap manusia, lingkungan, maupun aset perusahaan dapat diminimalkan," ujar Fahrougi, Rabu (10/6/2026).
Regional Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, menambahkan bahwa tanggung jawab keselamatan melekat pada seluruh pekerja dan mitra kerja, bukan semata-mata fungsi HSSE.
"Keselamatan bukan hanya tanggung jawab fungsi HSSE, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja dan mitra kerja dalam setiap aktivitas operasional. Melalui simulasi yang dilakukan secara berkala, kami berharap seluruh personel semakin siap menghadapi kondisi darurat sehingga dapat meminimalkan risiko terhadap manusia, lingkungan, aset, dan keberlangsungan operasional," kata Agoeng.
Simulasi Berkala untuk Perkuat Budaya K3
Agoeng berharap seluruh peserta dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam kondisi darurat. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi lintas fungsi serta memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) demi mendukung operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Kegiatan selama tiga hari ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina untuk meningkatkan budaya keselamatan di seluruh lini operasional, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera Bagian Utara.