Pencarian

Harga Emas Antam Sentuh Rp2.711.000/Gram pada 13 Juni 2026, Kenaikan Terdorong Pelemahan Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 • 09:46:01 WIB
Harga Emas Antam Sentuh Rp2.711.000/Gram pada 13 Juni 2026, Kenaikan Terdorong Pelemahan Rupiah
Harga emas Antam mencapai Rp2.711.000 per gram pada 13 Juni 2026, terdorong pelemahan rupiah.

ACEH — Kenaikan harga emas Antam ini terjadi di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang masih berlangsung. Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah dalam sepekan terakhir, mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.

Harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut naik. Pada hari yang sama, PT Antam mematok harga buyback di level Rp2.471.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang ingin merealisasikan keuntungan jangka pendek.

Faktor Pelemahan Rupiah dan Sentimen Global

Tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan indeks dolar AS pasca rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari ekspektasi. Data tersebut memicu spekulasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan menahan suku bunga lebih lama.

Situasi ini membuat investor global cenderung melepas aset di negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagai respons, harga emas yang menjadi tempat berlindung (safe haven) justru diuntungkan karena permintaan domestik meningkat.

Rincian Harga Emas Antam per Gram

Berikut adalah rincian harga emas Antam untuk pecahan tertentu pada 13 Juni 2026:

  • Pecahan 0,5 gram: Rp1.355.500
  • Pecahan 1 gram: Rp2.711.000
  • Pecahan 5 gram: Rp13.055.000
  • Pecahan 10 gram: Rp26.060.000
  • Pecahan 50 gram: Rp130.050.000
  • Pecahan 100 gram: Rp260.020.000

Seluruh harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9 persen. Pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bisa mendapatkan fasilitas pengurangan tarif pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Prospek Harga Emas ke Depan bagi Investor

Kenaikan harga emas Antam sepanjang tahun 2026 menunjukkan tren positif. Bagi investor ritel, momentum ini kerap dimanfaatkan untuk akumulasi pembelian secara bertahap (dollar cost averaging) guna meratakan harga beli.

Namun, investor perlu mencermati volatilitas harga akibat perubahan ekspektasi suku bunga global. Jika rupiah kembali menguat, potensi koreksi harga emas dalam jangka pendek tetap terbuka. Investasi emas tetap mengandung risiko fluktuasi harga di pasar.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks