KOTA LANGSA — Masjid Jaya Ar-Rahman yang menjadi tujuan kunjungan berdiri sejak tahun 1775 Masehi atau berusia sekitar 251 tahun. Bangunan ini merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia dan masih berdiri kokoh sebagai saksi perjalanan dakwah Islam di wilayah Sumatera Utara.
Keunikan Arsitektur: Rumah Panggung Tanpa Paku
Koordinator Kelas 3 SD 2 Muhammadiyah Langsa, Agustina Fadhillah, mengatakan masjid ini memiliki sejumlah keunikan yang menjadikannya peninggalan sejarah Islam sangat berharga. Struktur bangunannya menyerupai rumah panggung dengan sebagian konstruksi dinding yang dibangun tanpa menggunakan paku.
"Alhamdulillah, kami menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang sarat nilai edukasi ini," ujar Agustina.
Rangkaian Kegiatan: Dari Sejarah hingga Salat Berjamaah
Selama kunjungan, para peserta didik dari sekolah yang dikenal sebagai salah satu sekolah segudang prestasi di Langsa ini mengikuti berbagai kegiatan edukatif. Mereka mendengarkan penjelasan mengenai sejarah berdirinya masjid, mengamati arsitektur bangunan kuno, hingga melaksanakan salat berjamaah di masjid yang telah berusia lebih dari dua abad tersebut.
Kepala SD 2 Muhammadiyah Langsa, Dr. Hamdani, M.A., menilai perjalanan jauh yang ditempuh para siswa sebanding dengan ilmu dan wawasan yang diperoleh. "Tentu perjalanan jauh yang kami tempuh ini terbayar dengan kesempatan melihat secara langsung masjid yang masih berdiri kokoh meskipun usianya telah mencapai hampir tiga abad," ujarnya.
Harapan di Tahun Baru Islam: Menumbuhkan Kecintaan pada Sejarah
Melalui semangat Tahun Baru Islam, Dr. Hamdani berharap para siswa semakin mencintai sejarah dan peradaban Islam. Ia juga ingin siswa mampu mengambil pelajaran dari perjuangan para ulama dan pendahulu dalam menyebarkan Islam di Nusantara.
"Harapan kami, siswa dapat lebih mengenal sejarah dan budaya Islam serta memahami bagaimana Islam masuk dan berkembang di Indonesia," tambah Agustina Fadhillah.