Pencarian

Atlet dan Pelatih Pencak Silat Simeulue Belum Dibayar Usai Raih 6 Medali Emas di Pra PORA, IPSI Janji Cair Lewat APBK Perubahan

Rabu, 17 Juni 2026 • 15:17:01 WIB
Atlet dan Pelatih Pencak Silat Simeulue Belum Dibayar Usai Raih 6 Medali Emas di Pra PORA, IPSI Janji Cair Lewat APBK Perubahan
Atlet dan pelatih pencak silat Simeulue belum menerima honor meski meraih enam medali emas di Pra PORA.

SIMEULUE — Sejumlah atlet dan pelatih cabang olahraga pencak silat yang berlaga di Pra-Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) di Kabupaten Simeulue pada Mei 2026 belum menerima honor dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) setempat. Padahal, kontingen Simeulue sukses membawa pulang enam medali emas, lima medali perak, dan tujuh medali perunggu.

Mengapa Honor Belum Dibayarkan?

Ketua IPSI Simeulue, M. Isa Arsalam, mengakui pembayaran tertunda karena anggaran yang tersedia habis untuk kebutuhan persiapan. Ia menjelaskan, total anggaran Rp129 juta dari pemerintah daerah melalui IPSI sebenarnya sudah dialokasikan. Namun, sebagian besar dana terpakai untuk biaya latihan, konsumsi, karantina, dan transportasi atlet—termasuk mahasiswa yang kuliah di Banda Aceh.

“Pra PORA awalnya direncanakan November 2025, tetapi ditunda akibat bencana alam di Aceh. Sementara atlet sudah menjalani persiapan sejak tahun lalu,” ujar M. Isa saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Usulan Anggaran Masuk ke APBK Perubahan

Pihak IPSI mengaku telah mengajukan usulan pembayaran honor ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Simeulue. Menurut M. Isa, dana tersebut direncanakan dicairkan melalui APBK Perubahan. “Insya Allah nanti dibayarkan. Kami sudah sampaikan ke atlet soal proses ini,” katanya.

Ia menambahkan, anggaran yang diajukan mencakup honor pelatih dan atlet yang sudah berjuang sejak masa persiapan. Namun, ia tidak merinci nominal pasti yang akan diterima masing-masing atlet.

Aktivis Sosial Minta Pemda Turun Tangan

Persoalan ini mendapat sorotan dari Aktivis Sosial Simeulue, Marwan, S.Sos. Ia menilai keterlambatan pembayaran bisa memengaruhi semangat atlet yang lolos ke PORA mendatang. “Mereka berhasil mengharumkan nama Simeulue. Enam medali emas itu prestasi yang layak dihargai, bukan diabaikan,” kata Marwan.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Simeulue segera mencari solusi agar hak atlet dan pelatih tidak berlarut-larut. Menurutnya, citra Simeulue sebagai tuan rumah Pra PORA ikut dipertaruhkan jika persoalan ini tidak tuntas.

Apa Dampaknya bagi Atlet?

Sejumlah atlet yang merupakan mahasiswa perantauan di Banda Aceh mengaku terdampak secara finansial. Selama persiapan, mereka harus membiayai transportasi dan kebutuhan harian sendiri sebelum anggaran cair. Kini, setelah ajang usai, mereka masih menunggu kepastian honor yang dijanjikan.

IPSI Simeulue berjanji akan memperjuangkan pembayaran secepatnya. “Kami tidak akan tinggal diam. Hak mereka adalah prioritas,” tegas M. Isa.

Bagikan
Sumber: hariandaerah.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks