BANDA ACEH — Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Alhori, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan terjadi gejolak harga beras yang signifikan di pasaran. Distribusi beras SPHP ke seluruh mitra resmi terus digencarkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Kami pastikan persediaan beras di gudang Bulog Aceh sangat cukup dan kita terus melakukan distribusi SPHP ke pasaran melalui mitra agar masyarakat dapat membeli beras dengan harga terjangkau," kata Alhori di Banda Aceh, Rabu.
Target Distribusi SPHP 2026: 23.329 Ton
Dari total target yang dibebankan kepada Bulog Aceh untuk tahun 2026, sebanyak 6.932 ton beras telah berhasil direalisasikan hingga awal Juni. Angka ini mencakup distribusi ke seluruh kabupaten dan kota di Tanah Rencong.
"Insya Allah seluruh target itu akan terealisasi, karena saat ini Bulog terus melakukan distribusi ke pasar-pasar melalui mitra-mitra yang ada di pasar yang ada di Aceh," ujar Alhori.
Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Kehadiran beras SPHP di pasaran dinilai sangat membantu masyarakat. Selain kualitasnya terjamin, harganya yang terjangkau menjadi alat utama Bulog dalam mengendalikan inflasi pangan daerah.
"Kehadiran SPHP juga bagian untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tetap stabil di pasaran," jelas Alhori.
Pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok di gudang Bulog Aceh dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.
Distribusi Melalui Mitra Resmi di Seluruh Aceh
Bulog Aceh memastikan distribusi beras SPHP tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau pelosok. Seluruh mitra resmi yang tersebar di provinsi ini telah menerima pasokan secara bertahap.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada celah bagi spekulan yang ingin menaikkan harga beras secara tidak wajar. Dengan pasokan yang merata, harga di tingkat konsumen diharapkan tetap stabil.