ACEH — Di hadapan mahasiswa program studi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang fokus pada analisis performa olahraga, Val membagikan pengalamannya meniti karier dari latar belakang Sistem Informasi hingga menjadi analis di level tim nasional. Baginya, lompatan karier itu dimungkinkan karena ia tidak pernah berhenti mempelajari esensi permainan.
AI Bukan Jawaban untuk Segalanya
Val mengingatkan bahwa perkembangan AI memang mempercepat proses analisis yang dulu memakan waktu berjam-jam. Namun, ia menekankan bahwa teknologi tetap sekadar alat.
"Yang paling penting tetap kemampuan manusia dalam memahami konteks pertandingan dan menerjemahkan informasi menjadi keputusan yang tepat," tegas pemegang lisensi kepelatihan UEFA B itu.
Kampus Jadi Jalan Pintas Generasi Baru Performance Analyst
Val mengaku menjadi bagian dari generasi yang tidak memiliki jalur pendidikan formal khusus untuk menjadi performance analyst. Ia belajar dari pengalaman mengolah data di dunia profesional sebelum akhirnya terjun ke sepak bola.
"Mahasiswa saat ini jauh lebih beruntung karena sudah memiliki kesempatan mempelajari bidang tersebut secara akademis sejak di bangku kuliah," ujarnya.
Program D4 APO UNESA sendiri menggabungkan analisis video, data analytics, sport technology, scouting, hingga evaluasi performa atlet dalam satu kurikulum multidisiplin.
Berpikir Kritis, Skill Paling Berharga di Era Digital
Menurut Val, kemampuan berpikir kritis akan menjadi pembeda utama ketika teknologi semakin mudah diakses semua orang. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menguasai perangkat lunak terbaru, tetapi benar-benar memahami sepak bola secara mendalam.
"Teknologi akan terus berubah. AI juga akan terus berkembang. Tetapi kemampuan memahami permainan, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan menghubungkan data dengan kebutuhan tim akan tetap menjadi keterampilan yang paling berharga," pungkasnya.
Val Arnold Raharja memulai karier profesionalnya di dunia data sebelum beralih ke sepak bola. Ia kini aktif sebagai performance analyst di level klub dan Timnas Indonesia U-20, serta dipercaya menjadi dosen tamu di UNESA untuk berbagi pengalaman dengan generasi penerus.