BANDA ACEH — Dari total 72 unit kamera CCTV yang terpasang di ibu kota Provinsi Aceh, sebagian besar masih menggunakan kamera tetap. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan kamera 360 derajat hanya ditempatkan di titik-titik yang membutuhkan cakupan lebih luas.
Taman Sari Hanya Punya 3 Kamera 360 dari 18 Unit
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penambahan adalah kawasan Taman Sari. Saat ini, dari 18 CCTV yang terpasang di area tersebut, baru tiga unit yang menggunakan teknologi 360 derajat.
Pemerintah kota mengusulkan pemasangan kamera baru di area gerbang masuk Taman Sari dari arah Gedung DPRK Banda Aceh. Kawasan itu dinilai sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat yang perlu pengawasan maksimal.
Ulee Lheue: 10 dari 30 CCTV Sudah 360 Derajat
Teknologi serupa juga telah diterapkan di kawasan Ulee Lheue. Dari 30 CCTV yang terpasang di jalur menuju Pelabuhan Ulee Lheue, sebanyak 10 unit merupakan kamera 360 derajat.
Menurut Zubir, penggunaan kamera 360 derajat dinilai lebih efektif karena mampu memantau area yang lebih luas dibanding kamera biasa yang hanya mengarah pada satu titik tertentu.
Revitalisasi Taman Sari Pengaruhi Posisi CCTV
“Tidak semua kamera yang kita pasang menggunakan sistem 360 derajat. Sebagian besar masih kamera tetap, sedangkan kamera 360 derajat ditempatkan di titik-titik yang memang membutuhkan jangkauan pemantauan lebih luas,” kata Zubir, Sabtu (20/6/2026).
Pemerintah juga akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah CCTV di Taman Sari seiring berlangsungnya proyek revitalisasi kawasan tersebut. Beberapa kamera dan pengeras suara yang terdampak pekerjaan pembangunan akan dibongkar sementara dan dipasang kembali setelah proyek selesai.
Pemkot membuka kemungkinan melakukan reposisi titik pemasangan agar sistem pengawasan dapat menyesuaikan dengan tata ruang baru hasil revitalisasi.
Terintegrasi dengan Command Center Kota
Zubir menegaskan pengembangan CCTV 360 derajat merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan digital yang nantinya terhubung dengan Command Center Kota Banda Aceh. Dengan integrasi ini, petugas dapat memantau situasi di berbagai titik secara real-time dari satu pusat kendali.