BANDA ACEH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan peningkatan jumlah jemaah yang wafat di Arab Saudi. Hingga hari ini, total 13 orang jemaah haji asal provinsi ujung barat Indonesia itu telah berpulang, semuanya berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit penyerta.
Penyebab Utama Kematian Jemaah Lansia
Kepala PPIH Embarkasi Aceh menyebutkan bahwa faktor kelelahan dan cuaca ekstrem di Tanah Suci menjadi pemicu utama memburuknya kondisi kesehatan para jemaah lansia. Sebagian besar dari mereka sebelumnya sudah terdata memiliki penyakit komorbid seperti hipertensi dan gangguan jantung.
“Rata-rata jemaah yang meninggal sudah berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit bawaan. Mereka sempat dirawat di rumah sakit Arab Saudi sebelum akhirnya wafat,” ujar Kepala PPIH dalam keterangannya.
Proses Pemulasaraan dan Kepulangan Jenazah
Setiap jenazah jemaah haji yang wafat di Tanah Suci langsung ditangani oleh tim medis dan petugas haji setempat. Proses pemulasaraan dilakukan sesuai syariat Islam di fasilitas yang telah disediakan pemerintah Arab Saudi.
PPIH memastikan seluruh jenazah akan segera dipulangkan ke Aceh setelah proses administrasi dan dokumen perjalanan selesai. Pemerintah daerah juga telah disiapkan untuk menerima dan memfasilitasi proses pemakaman di kampung halaman masing-masing.
Langkah Antisipasi untuk Jamaah Rawan
Merespons kondisi ini, PPIH memperketat pengawasan terhadap jemaah lansia yang masih berada di Tanah Suci. Petugas kesehatan dikerahkan untuk melakukan pengecekan kondisi fisik secara berkala, terutama saat jemaah menjalani rangkaian ibadah puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Jemaah yang menunjukkan gejala kelelahan parah langsung dievakuasi ke pemondokan dan mendapatkan perawatan intensif. PPIH juga mengimbau seluruh jemaah untuk tidak memaksakan diri dan selalu berkonsultasi dengan petugas jika merasa tidak sehat.
Total Jemaah Aceh yang Berangkat Tahun Ini
Musim haji tahun ini, Provinsi Aceh memberangkatkan ribuan jemaah ke Tanah Suci. Angka kematian 13 orang ini masih dalam batas wajar mengingat mayoritas jemaah yang berangkat merupakan kelompok usia lanjut dengan berbagai kondisi kesehatan.
PPIH terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di Arab Saudi untuk memantau perkembangan jemaah lainnya yang masih menjalani perawatan. Beberapa di antaranya dikabarkan dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan khusus.