Pencarian

Bireuen Raih Indeks Pelayanan Publik 4,08 Predikat Sangat Baik, 14 Unit Pelayanan Dievaluasi pada 2025

Selasa, 23 Juni 2026 • 12:19:31 WIB
Bireuen Raih Indeks Pelayanan Publik 4,08 Predikat Sangat Baik, 14 Unit Pelayanan Dievaluasi pada 2025
Kabupaten Bireuen meraih Indeks Pelayanan Publik 4,08 dengan predikat Sangat Baik pada 2025.

BIREUEN — Angka 4,08 itu bukan sekadar statistik. Indeks Pelayanan Publik (IPP) Kabupaten Bireuen pada 2025 menyentuh predikat Sangat Baik atau A-Minus berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP). Evaluasi ini melibatkan 14 unit pelayanan, mulai dari dinas hingga puskesmas di seluruh wilayah kabupaten.

Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi MT, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh perangkat daerah. “Hasil ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya saat apel pagi di halaman pusat pemerintahan, Senin (22/6/2026). Ia berharap prestasi ini memotivasi semua unit untuk terus memperbaiki dan menjaga standar pelayanan publik.

Empat Unit Raih Predikat Pelayanan Prima

Dari 14 lokus yang dievaluasi, empat unit pelayanan berhasil meraih predikat tertinggi: Pelayanan Prima. Keempatnya adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), UPTD Puskesmas Kecamatan Jeunieb, dan UPTD Kecamatan Samalanga.

Lima unit lainnya memperoleh predikat Sangat Baik atau A-Minus: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), RSUD dr Fauziah, UPTD Kecamatan Kuala, dan UPTD Kecamatan Kota Juang.

Sementara itu, lima unit meraih predikat Pelayanan Baik atau B-Plus, yakni Kecamatan Kuala, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa), UPTD Puskesmas Jeumpa, dan UPTD Puskesmas Simpang Mamplam.

Dua Lokus Jadi Prioritas Nasional

Razuardi menjelaskan, dari total 14 lokus yang dinilai, dua di antaranya merupakan prioritas nasional: Disdikbud dan Disdukcapil. Keduanya menjadi perhatian khusus karena berdampak langsung pada layanan dasar warga. Sementara 12 lokus lainnya dievaluasi melalui mekanisme penilaian mandiri yang disesuaikan dengan ketentuan PEKPPP.

Evaluasi ini, menurut Razuardi, bukan sekadar ajang penghargaan. “Kami ingin hasil ini menjadi motivasi bagi seluruh unit pelayanan untuk terus melakukan perbaikan dan menjaga standar pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.

Dengan raihan IPP 4,08, Bireuen kini masuk dalam jajaran kabupaten dengan pelayanan publik terbaik di Aceh. Pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan capaian ini pada tahun-tahun mendatang.

Bagikan
Sumber: komparatif.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks