BANDA ACEH — Kepala DPMG Aceh, Iskandar, menegaskan aplikasi Siskeudes bukan sekadar alat administrasi. Di hadapan para peserta pelatihan, Senin lalu, ia menyebut aplikasi ini sebagai instrumen krusial mencegah penyimpangan dana desa.
"Siskeudes penting agar tata kelola keuangan gampong dilakukan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Iskandar saat membuka acara di Banda Aceh.
Anggaran Gampong Capai Triliunan Rupiah per Tahun
Pemerintah pusat dan daerah mengalokasikan dana dalam jumlah besar ke seluruh gampong di Aceh setiap tahun. Menurut Iskandar, besarnya anggaran ini harus diimbangi kemampuan sumber daya manusia yang mumpuni, baik di tingkat kabupaten maupun desa.
“Kehadiran aplikasi Siskeudes menjadi instrumen penting untuk mendukung pengelolaan keuangan gampong secara lebih sistematis dan terintegrasi,” ujarnya.
Apa Itu Siskeudes dan Mengapa Diperbarui?
Siskeudes merupakan aplikasi yang dikembangkan Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Aplikasi ini dirancang membantu proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban keuangan desa.
Setiap tahun, Kemendagri memperbarui Siskeudes. Fitur-fitur baru seperti monitoring dan pelaporan terus ditambahkan untuk menyesuaikan regulasi terbaru. Pelatihan ini menjadi ajang bagi operator memahami versi terkini aplikasi tersebut.
Faktor Penentu Keberhasilan: Bukan Sekadar Aplikasi
Iskandar mengingatkan keberhasilan implementasi Siskeudes tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi. Faktor paling penting, kata dia, adalah kemampuan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
Pelatihan ini diikuti oleh admin DPMG kabupaten/kota serta operator Siskeudes gampong terpilih se-Aceh. Mereka dibekali keterampilan teknis mengelola aplikasi versi terbaru dan diharapkan menjadi ujung tombak transformasi digital di desa masing-masing.
"Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk kemajuan tata kelola keuangan gampong di wilayah masing-masing," demikian Iskandar.
Gampong: Ujung Tombak Pelayanan Masyarakat
Dalam sambutannya, Iskandar menyebut gampong sebagai ujung tombak pelayanan publik sekaligus pelaksana berbagai program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, tata kelola keuangan yang bersih dan transparan di tingkat desa menjadi prioritas.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas admin dan operator Siskeudes agar mampu mengelola keuangan gampong secara transparan, akuntabel, dan partisipatif. Dengan demikian, dana desa yang besar dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.