BANDA ACEH — Harga emas perhiasan di ibu kota Provinsi Aceh ini kembali ambles pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Berdasarkan pantauan akun Instagram @bina.nusa, harga hari ini turun Rp100 ribu menjadi Rp7.680.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan. Angka itu merupakan titik terendah dalam sepekan terakhir.
Total penurunan dalam dua hari mencapai Rp170 ribu per mayam. Sebab, dua hari sebelumnya harga masih bertengger di Rp7.850.000 per mayam. “Kemarin masih Rp7.780.000, sekarang Rp7.680.000,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Harga Emas Antam Stagnan, Buyback Justru Turun
Berbeda dengan harga perhiasan yang anjlok, harga emas batangan produksi PT Antam Tbk terpantau stabil. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia pada pukul 09.00 WIB, harga emas Antam berada di angka Rp2.655.000 per gram—tidak berubah dari perdagangan sebelumnya.
Namun, harga beli kembali (buyback) emas Antam justru mengalami koreksi. Saat ini, buyback tercatat sebesar Rp2.320.000 per gram, turun Rp52.000 dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan buyback ini menjadi sinyal penting bagi investor yang berencana menjual emas batangan mereka dalam waktu dekat.
Faktor Pemicu dan Implikasi bagi Konsumen
Harga emas, baik perhiasan maupun batangan, dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global, nilai tukar rupiah, serta kondisi permintaan dan penawaran. Penurunan dalam dua hari terakhir ini mengindikasikan tekanan jual di pasar domestik.
Bagi warga Banda Aceh yang hendak membeli emas perhiasan, kondisi ini bisa menjadi momentum. Namun perlu diingat, harga yang tertera belum termasuk ongkos pembuatan yang bervariasi antar toko emas.
Sementara itu, transaksi penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk tetap dikenakan ketentuan perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.