Pencarian

Wali Kota Banda Aceh Luncurkan Program Dakwah Umum Kolaborasi, Hadirkan Syeikh Reza di Taman Sari

Sabtu, 27 Juni 2026 • 23:00:31 WIB
Wali Kota Banda Aceh Luncurkan Program Dakwah Umum Kolaborasi, Hadirkan Syeikh Reza di Taman Sari
Wali Kota Banda Aceh meluncurkan program Dakwah Umum Kolaborasi di Taman Sari, Selasa malam.

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menghadirkan program Dakwah Umum Kolaborasi sebagai ikhtiar menjaga nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Program ini diluncurkan langsung oleh Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal di Taman Bustanussalatin, Selasa (9/6/2026) malam.

Acara peluncuran sekaligus menjadi momen dakwah akbar bertema "Seuramoe Hatee". Ribuan warga tumpah ruah di Taman Sari untuk mendengarkan tausiah dari Syeikh Reza Abdul Jabbar dan Ustadzah Khadijah Peggy Melati Sukma.

Dakwah Tak Lagi Bisa Dijalankan Sendiri-Sendiri

Illiza menegaskan program ini merupakan respons terhadap tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, dakwah saat ini membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, bukan lagi dilakukan secara parsial.

"Dewasa ini dakwah membutuhkan kolaborasi antara ulama dan generasi muda, komunitas dakwah dengan kreator digital, pendidik, seniman, pelaku usaha, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya," ujar Illiza dalam sambutannya.

Dakwah Umum Kolaborasi, kata Illiza, menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai potensi dalam satu semangat menghadirkan lebih banyak kebaikan. Program ini sejalan dengan visi Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi.

Mengapa Tema "Seuramoe Hatee" Dipilih?

Illiza mengapresiasi tema dakwah yang dipilih. Menurutnya, "Seuramoe Hatee" atau Serambi Hati sangat dekat dengan budaya masyarakat Aceh.

"Serambi bukan sekadar bagian dari rumah. Di sanalah keluarga berkumpul, cerita dibagikan, nasihat disampaikan, dan hati kembali dikuatkan," jelasnya.

Wali Kota juga mengungkapkan kekagumannya terhadap perjuangan Syeikh Reza Abdul Jabbar yang berdakwah di wilayah dengan jumlah umat Islam minoritas. Ia menilai hal itu menjadi cambuk bagi warga Banda Aceh yang hidup di lingkungan dengan fasilitas keagamaan melimpah.

Pembangunan Fisik dan Spiritual Harus Berjalan Seiring

"Kita hidup di kota yang memiliki begitu banyak nikmat. Masjid ada di setiap gampong, meunasah hidup di tengah masyarakat, majelis ilmu tumbuh, dan ruang-ruang dakwah terbuka luas. Nilai-nilai yang baik tetap harus dirawat dan terus dipelajari," kata Illiza.

Menutup sambutannya, Illiza mengingatkan bahwa pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Manusia juga membutuhkan arah, nilai, dan ruang untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

"Dakwah adalah ikhtiar agar generasi muda memiliki teladan, agar keluarga memiliki pegangan, dan agar masyarakat tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang begitu cepat," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: noa.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks