ACEH TAMIANG — Sebanyak 54 unit rumah hunian permanen resmi diserahkan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025. Program yang diberi nama Rumoh Aceh Mandiri ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan LAZNAS Al Irsyad.
Bantuan Tersebar di Tiga Kecamatan Terdampak
Wakil Direktur LAZNAS Al Irsyad, Zaid Al Hadadi, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong. “Alhamdulilah sebanyak 54 rumah hunian kami bangun di 3 (tiga) Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Rantau, Kecamatan Bendahara dan Kecamatan Karang Baru,” ungkap Zaid dalam sambutannya.
Setiap unit hunian dirancang dengan mengadopsi kearifan lokal dan kebutuhan spesifik penyintas bencana. Proses pembangunan yang melibatkan warga setempat diharapkan mampu mempercepat pemulihan psikologis dan sosial para korban.
Harapan Baru di Tengah Puing Bencana
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I, menekankan bahwa bantuan ini lebih dari sekadar bangunan fisik. “Bantuan Rumoh Aceh Mandiri ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, namun memberikan harapan baru dan semangat bangkit bagi saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” ujarnya saat memberikan sambutan di Desa Alur Manis.
Ismail juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur dan pengurus LAZNAS Al Irsyad. “Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, mengucapkan terima kasih kepada Laznas Al Irsyad dan segenap para donatur,” kata Ismail.
Sinergi Pemda dan Lembaga Kemanusiaan Percepat Pemulihan
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang saat ini tengah fokus pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca masa darurat bencana. Kemitraan dengan lembaga kemanusiaan seperti LAZNAS Al Irsyad dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial warga.
Acara serah terima yang dipusatkan di Kampung Alur Manis, Kecamatan Rantau, dihadiri oleh unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, aparatur kampung, serta jajaran pengurus LAZNAS Al Irsyad. Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan pita sebagai tanda rumah hunian resmi dihuni dan sesi foto bersama penerima manfaat.