PIDIE — Wakil Bupati Pidie, Al-Zaizi Umar, mengingatkan bahwa sosok ayah memiliki peran krusial dalam membangun ketahanan keluarga, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan global. Ia menyebut, kehadiran ayah secara fisik dan emosional sangat menentukan perkembangan psikologis anak.
VUCA dan Ancaman Terhadap Generasi Muda
Al-Zaizi menjelaskan, saat ini masyarakat hidup dalam era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity—yang membuat perubahan terjadi sangat cepat dan sulit diprediksi. Dalam situasi demikian, keluarga yang kuat menjadi benteng pertama bagi anak-anak dari pengaruh buruk.
“Peran ayah sangat penting dalam keluarga, terutama dalam melahirkan generasi yang kuat di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan teknologi digital,” ujar Al-Zaizi dalam sambutannya.
Tiga Pilar Penguatan Keluarga
Dalam kesempatan itu, Wabup Pidie membeberkan tiga hal fundamental yang harus diperkuat dalam keluarga. Pertama, menjaga kesehatan anak melalui pencegahan stunting dan pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kedua, membangun pendidikan karakter sejak usia dini. Ketiga, memperkuat ketahanan mental anak agar tidak mudah terpengaruh hal negatif.
Pengawasan Teknologi dan Pencegahan Masalah Sosial
Orang tua, lanjut Al-Zaizi, harus lebih bijak dalam mengawasi penggunaan gawai. Komunikasi yang terbuka antara ayah, ibu, dan anak dinilai mampu mencegah berbagai persoalan sosial yang marak terjadi.
“Mulai dari perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba hingga pergaulan bebas, semuanya dapat dicegah jika keluarga menjadi tempat pertama yang memberikan perhatian dan pendampingan,” ungkapnya.
Harapan untuk Keluarga Pidie
Melalui peringatan Harganas ke-33, Al-Zaizi berharap keluarga di Kabupaten Pidie semakin harmonis dan mampu melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, serta siap menghadapi masa depan. Ia menekankan, ayah bukan sekadar tulang punggung ekonomi, melainkan pemimpin yang hadir dalam setiap fase tumbuh kembang anak.
“Pesan saya kepada para ayah, mari ambil peran lebih maksimal dalam pengasuhan anak. Kehadiran ayah secara fisik maupun emosional sangat menentukan pembentukan karakter dan psikologis anak,” katanya menegaskan.