LHOKSEUMAWE — Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyatakan seluruh data korban banjir sudah diserahkan langsung Bupati Ismail A Jalil ke Jakarta beberapa waktu lalu. Data itu terdiri dari empat tahap usulan: 667 KK, 4.043 KK, 58.528 KK, dan 35.292 KK. Bantuan yang sudah cair baru tahap pertama dan kedua.
Bantuan Tahap 3 dan 4 Masih Tertahan
Muntasir menjelaskan, dari 58.528 KK yang diajukan pada tahap ketiga, sebanyak 52.360 KK telah terverifikasi bersih. Pemkab berharap Kemensos segera mencairkan dana sesuai komitmen setelah anggaran dari Kementerian Keuangan turun. "Seluruh data bencana banjir di Aceh Utara sudah berada di pusat dan dikawal langsung oleh Ayah Wa agar dapat segera dicairkan," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Sektor Mata Pencaharian Belum Pulih
Kondisi warga makin mendesak karena sektor utama mata pencaharian belum bisa difungsikan. Sawah dan tambak masih terendam atau rusak, nelayan belum bisa melaut, dan UMKM lumpuh. Bantuan yang tertahan mencakup jaminan hidup, stimulan ekonomi, isian hunian, dana tunggu hunian, hingga bantuan kerusakan rumah—baik rusak berat, sedang, maupun ringan.
Data Tunggal Jadi Acuan Penyaluran
Semua jenis bantuan mengacu pada satu data by name by address (BNBA) yang sudah ditetapkan dalam empat Surat Keputusan (SK) Bupati. Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera untuk memastikan data valid. "Semua data korban bencana banjir Aceh Utara sudah diantar oleh Bupati ke Jakarta," kata Muntasir menegaskan.
Pemkab Minta Realisasi Sesuai Komitmen
Pemerintah daerah berharap proses pencairan tidak tertunda lagi. Dari total 98.530 KK yang diusulkan, sebagian besar masuk dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Pemkab memastikan data sudah diverifikasi dan siap disalurkan begitu dana turun dari pusat.