ACEH — Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Inggris sempat tertinggal lebih dulu sebelum Kane membalikkan keadaan di babak kedua. Hasil ini juga membuat Inggris lolos sebagai salah satu tim dengan rekor sempurna di fase grup.
Babak Pertama: RD Kongo Kejutkan Inggris
Tim asuhan Gareth Southgate justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-23. Serangan balik cepat RD Kongo membongkar pertahanan Inggris yang terlalu tinggi. Sepakan mendatar pemain sayap mereka tak mampu dihalau Jordan Pickford.
Inggris kesulitan membangun serangan efektif di sisa babak pertama. Jude Bellingham beberapa kali merepotkan lini belakang lawan, tapi penyelesaian akhir masih tumpul. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Kane Bangkit, Inggris Berbalik Unggul
Southgate melakukan penyesuaian taktik di babak kedua. Inggris tampil lebih agresif dan langsung menekan sejak menit awal. Hasilnya, Kane menyamakan kedudukan pada menit ke-58 lewat sundulan keras menyambut umpan silang Bukayo Saka.
Gol kedua Kane datang 15 menit berselang. Memanfaatkan umpan terobosan Phil Foden, striker Bayern Munich itu melepaskan tembakan first-time yang tak bisa dihentikan kiper RD Kongo. Inggris unggul 2-1 dan tak pernah dikejar lagi.
Statistik: Dominasi Penguasaan Bola, Efisiensi di Depan Gawang
Inggris mendominasi penguasaan bola hingga 67 persen. Mereka melepaskan 14 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran. RD Kongo hanya punya tiga peluang emas sepanjang laga.
- Penguasaan bola: Inggris 67% - 33% RD Kongo
- Tembakan tepat sasaran: Inggris 7 - 3 RD Kongo
- Pelanggaran: Inggris 9 - 14 RD Kongo
Kutipan Gareth Southgate: Mentalitas Juara
"Kami tidak panik saat tertinggal. Para pemain tahu apa yang harus dilakukan. Ini bukti mentalitas tim ini," ujar Southgate dalam konferensi pers usai pertandingan.
Jadwal Selanjutnya: Inggris Hadapi Jerman di 16 Besar
Dengan hasil ini, Inggris akan berhadapan dengan Jerman di babak 16 besar. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (7/7). Pertemuan kedua tim selalu menyajikan duel klasik dengan intensitas tinggi.
RD Kongo sendiri harus pulang lebih awal. Meski tampil heroik, mereka gagal memanfaatkan keunggulan di babak pertama. Turnamen ini tetap menjadi pencapaian terbaik mereka dalam satu dekade terakhir.