Pencarian

Peneliti SOAS University of London Kaji Manuskrip Kuno Aceh di Museum, Termasuk Hikayat Siti Latifa dan Karya Syamsuddin as-Sumatrani

Selasa, 21 Juli 2026 • 18:10:02 WIB
Peneliti SOAS University of London Kaji Manuskrip Kuno Aceh di Museum, Termasuk Hikayat Siti Latifa dan Karya Syamsuddin as-Sumatrani
Tim peneliti dari SOAS University of London meninjau koleksi manuskrip kuno di Museum Aceh dalam rangka lokakarya manuskrip Aceh.

BANDA ACEH — Tim peneliti yang difasilitasi Sophie’s Sunset Library dan bekerja sama dengan naskahsumatra.org melakukan peninjauan langsung terhadap koleksi manuskrip di Museum Aceh. Kunjungan ini merupakan rangkaian lokakarya manuskrip Aceh yang digelar bersama SOAS University of London.

Manuskrip Apa Saja yang Dikaji?

Beberapa naskah kuno menjadi fokus utama kajian. Di antaranya Hikayat Siti Latifa, Hikayat Bahasa Jawo atau Nabi Bercukur, serta sejumlah karya Syamsuddin as-Sumatrani. Tim juga meneliti naskah karya Jalaluddin Muhammad Kamaluddin.

Para peserta lokakarya mendapat kesempatan mempelajari karakteristik fisik naskah, isi kandungan teks, hingga aspek konservasi yang diterapkan dalam pengelolaan koleksi di Museum Aceh.

Museum Terbuka untuk Riset Akademik

Kepala Seksi Koleksi dan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat fungsi museum sebagai pusat pelestarian dan pengembangan pengetahuan sejarah serta budaya Aceh.

“Museum Aceh terbuka bagi kegiatan penelitian yang bertujuan memperdalam pemahaman terhadap khazanah manuskrip Aceh. Melalui kajian akademik seperti ini, informasi yang terkandung dalam naskah-naskah kuno dapat terus digali dan disebarluaskan kepada masyarakat,” ujar Nurhasanah.

Ia menambahkan, manuskrip merupakan sumber penting yang merekam perkembangan pemikiran, keagamaan, sosial, dan budaya masyarakat Aceh pada masa lalu. Kolaborasi antara museum, peneliti, dan lembaga pelestarian manuskrip perlu terus diperkuat.

Akses Langsung ke Koleksi Bantu Proses Pembelajaran

Raihan Lubis dari Sophie’s Sunset Library yang mendampingi rombongan peneliti menjelaskan, kunjungan ke Museum Aceh menjadi salah satu agenda penting dalam lokakarya yang berlangsung di Banda Aceh.

“Kami sangat berterima kasih kepada Museum Aceh yang telah memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat langsung koleksi manuskrip yang tersimpan di museum. Akses terhadap koleksi ini sangat membantu proses pembelajaran dan penelitian, sekaligus memperkuat upaya bersama dalam mendokumentasikan serta melestarikan warisan manuskrip Aceh,” kata Raihan.

Dorong Lahirnya Penelitian Baru

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang kekayaan tradisi intelektual Aceh. Selain itu, kolaborasi internasional ini diyakini bakal mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru yang berkontribusi pada pelestarian warisan budaya daerah.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks