Pencarian

Capaian Imunisasi Bayi di Aceh Baru 19 Persen, Dinkes Sebut Banjir dan Anggaran Masyarakat Jadi Kendala

Selasa, 28 Juli 2026 • 12:32:01 WIB
Capaian Imunisasi Bayi di Aceh Baru 19 Persen, Dinkes Sebut Banjir dan Anggaran Masyarakat Jadi Kendala
Capaian imunisasi lengkap bayi di Aceh baru mencapai 19 persen dari total 104.000 bayi yang menjadi sasaran pada Januari hingga Juni 2026.

BANDA ACEH — Capaian imunisasi lengkap bayi di Aceh pada Januari hingga Juni 2026 tercatat sangat rendah. Dari total 104.000 bayi yang menjadi sasaran, baru sekitar 20.000 bayi atau 19 persen yang mendapatkan vaksinasi lengkap.

Angka ini hanya naik tipis dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang sebesar 14,3 persen dan 2025 yang mencapai 15,9 persen. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Aceh, Iman Murahman, mengakui bahwa capaian tersebut masih sangat minim.

Banjir dan Efek Samping Jadi Penghambat

Iman menyebutkan beberapa kendala utama yang menghambat percepatan imunisasi. Salah satunya adalah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sehingga mengganggu akses tenaga kesehatan ke lokasi posyandu maupun puskesmas.

“Ada berbagai kendala rendahnya capaian tersebut, di antaranya bencana banjir,” kata Iman Murahman di Banda Aceh, Senin.

Selain faktor alam, masih ada anggapan dari sebagian masyarakat yang menilai imunisasi belum terlalu penting. Kekhawatiran terhadap efek samping seperti demam setelah vaksinasi juga disebut menjadi penyebab orang tua enggan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan.

Lhokseumawe dan Aceh Tenggara Paling Tinggi, Aceh Jaya Terendah

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, capaian imunisasi tertinggi tercatat di Kota Lhokseumawe sebesar 33,4 persen dan Kabupaten Aceh Tenggara sebesar 31,3 persen. Sebaliknya, dua daerah mencatat angka sangat rendah, yaitu Kabupaten Aceh Jaya hanya 4,5 persen dan Kabupaten Pidie 5 persen.

Imunisasi lengkap yang dimaksud meliputi vaksin campak, polio, difteri, tetanus, dan beberapa jenis vaksin lainnya. Iman menegaskan bahwa manfaat imunisasi tidak langsung terlihat, tetapi sangat penting untuk membangun kekebalan tubuh anak di masa depan.

“Kami terus berupaya yakinkan masyarakat bahwa imunisasi itu penting untuk kekebalan tubuh anak. Memang dampaknya bukan saat mendapatkan imunisasi, tetapi di masa mendatang. Sedangkan efek sesudah imunisasi, merupakan hal wajar karena proses kekebalan tubuh,” ujarnya.

Upaya Dinkes Mengejar Target

Dinkes Aceh mengaku terus melakukan sosialisasi ke desa-desa dan menggandeng kader posyandu untuk mendorong partisipasi orang tua. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan distribusi vaksin dan tenaga kesehatan tidak terhambat, terutama di daerah rawan banjir.

Dengan sisa waktu enam bulan ke depan, Dinkes Aceh menargetkan bisa mengejar ketertinggalan agar cakupan imunisasi minimal mencapai 80 persen sesuai standar nasional. Namun, tanpa penanganan serius terhadap kendala di lapangan, target tersebut dinilai berat untuk dicapai.

Bagikan
Sumber: atjehwatch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks