Pencarian

Bupati Aceh Besar Resmikan Masjid Ibnu Abu Bakar di RSU Putri Bidadari, Target Jadi Pusat Pembinaan Umat

Minggu, 09 Agustus 2026 • 19:46:01 WIB
Bupati Aceh Besar Resmikan Masjid Ibnu Abu Bakar di RSU Putri Bidadari, Target Jadi Pusat Pembinaan Umat
Bupati Aceh Besar meresmikan Masjid Ibnu Abu Bakar di lingkungan RSU Putri Bidadari, Jumat (7/8/2026).

JANTHO — Masjid Ibnu Abu Bakar yang berdiri di lingkungan RSU Putri Bidadari Aceh kini resmi beroperasi. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Besar pada Jumat (7/8/2026), menandai babak baru fasilitas ibadah yang menyatu dengan layanan kesehatan tersebut.

Keberadaan masjid ini dinilai strategis karena berada di kawasan rumah sakit. Pasien, keluarga pendamping, hingga tenaga medis bisa memanfaatkannya untuk beribadah tanpa harus meninggalkan area rumah sakit.

Pengelolaan Mengacu pada Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Jantho

Muharram Idris menegaskan bahwa tata kelola masjid tidak boleh berjalan sendiri. Ia meminta pengurus mengadopsi pola manajemen yang sudah terbukti di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan Masjid Agung Kota Jantho.

“Masjid ini harus kita jaga dan makmurkan bersama. Kami berharap seluruh pengelola melaksanakan pengelolaan masjid sesuai ajaran Ahlussunnah wal Jamaah serta berpedoman pada pelaksanaan yang diterapkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan Masjid Agung Kota Jantho,” ujar Muharram Idris.

Menurutnya, pengelolaan yang profesional akan memperluas peran masjid dalam kehidupan masyarakat. Bukan sekadar tempat salat berjamaah, melainkan juga wahana penguatan nilai keislaman dan syiar.

Amal Jariyah Almarhum H. Muhammad Nur Abu Bakar

Direktur Utama RSU Putri Bidadari Aceh, Firmansyah, mengungkapkan bahwa masjid ini dibangun sebagai bentuk amal jariyah almarhum H. Muhammad Nur Abu Bakar. Lokasinya yang berada di tengah kawasan rumah sakit diharapkan memberi manfaat luas bagi banyak kalangan.

“Masjid ini memiliki arti yang sangat penting karena berada di lingkungan rumah sakit. Kami berharap keberadaannya menjadi tempat bagi pasien maupun keluarga pasien untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bermunajat memohon kesembuhan, sekaligus menjadi pusat syiar, pendidikan, dan pengembangan kebudayaan Islam,” kata Firmansyah.

Apresiasi untuk Kontribusi Sektor Swasta

Dalam kesempatan itu, Muharram Idris menyampaikan penghargaan kepada para pendiri RSU Putri Bidadari dan Masjid Ibnu Abu Bakar. Ia menilai kehadiran kedua fasilitas tersebut membuktikan bahwa sektor swasta mampu bersinergi dengan pemerintah dalam pelayanan publik.

“Kami menyambut dengan bangga dan penuh rasa syukur atas hadirnya rumah sakit ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Besar. Kami juga mengajak pihak swasta untuk terus bergandengan tangan dengan pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan, karena jika hanya mengandalkan pemerintah, tentu kemampuan yang dimiliki sangat terbatas,” tuturnya.

Peresmian turut dihadiri jajaran direksi dan komisaris RSU Putri Bidadari Aceh, Dewan Pengawas Drs. H. Sulaiman Abda, unsur Forkopimda Aceh Besar, Forkopimcam Darul Imarah, Ketua DPRK Banda Aceh, anggota DPRK Aceh Besar, serta jajaran dokter spesialis rumah sakit.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks