BANDA ACEH — M Yasir ST MT resmi memenangkan pemilihan Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Ikhlas, Kampung Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, untuk periode 2026-2029. Ia unggul telak dengan perolehan 71 suara, mengalahkan calon nomor urut 2, Faisal SKM MKM, yang hanya meraih 41 suara.
Proses pemilihan yang berlangsung Jumat malam, 28 Agustus 2026, itu sempat diwarnai satu surat suara rusak karena pemilih mencoblos kedua calon sekaligus. Meski demikian, jalannya pemilihan tetap kondusif dan dihadiri langsung oleh Tuha Peut Kampung Keuramat Karimuddin, Imum Chik Muzakir, serta Keuchik Kampung Keuramat Kamaruddin.
Prioritas Pertama: Imam Rawatib Tetap dan Kelistrikan Masjid
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Yasir yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara BKM Al Ikhlas langsung membeberkan sejumlah agenda prioritas. Salah satu yang paling mendesak adalah penetapan imam rawatib tetap untuk setiap shalat fardu di Masjid Al Ikhlas.
"Jadi imam itu harus tetap orangnya. Tidak asal tunjuk," kata Yasir kepada jamaah usai pemilihan.
Selain persoalan imam, Yasir juga menyoroti daya listrik masjid yang dinilai belum mencukupi. Hal ini terutama terasa setelah adanya penambahan sejumlah unit pendingin ruangan atau AC. Kondisi tersebut kerap menyebabkan listrik padam saat shalat berlangsung, dan keluhan ini beberapa kali sudah disampaikan jamaah.
"Kendala-kendala inilah yang perlu dan harus kita perhatikan sehingga jamaah senang dan nyaman beribadah," ujarnya.
Nasib Pengelolaan TPA dan Rencana Donatur Tetap
Yasir juga menyoroti pengelolaan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang hingga kini masih simpang siur. Ia menilai perlu ada kejelasan apakah pengelolaan TPA berada di bawah naungan masjid atau pemerintahan gampong. "Ini akan kita selesaikan bersama," tegasnya.
Ke depan, pria yang berlatarbelakang teknik ini ingin membawa BKM Al Ikhlas menuju pengelolaan masjid yang lebih modern dan tertata. Ia bahkan membuka peluang pembentukan sistem donasi atau iuran tetap untuk mendukung kebutuhan operasional masjid.
"Saya berikhtiar menjadikan masjid ini lebih modern, nyaman dan nantinya kita usahakan ada donatur atau iuran tetap untuk kelangsungan operasional masjid demi kebersamaan kita semua," ungkapnya.
Faisal: Keberhasilan Terlihat dari Kerja Nyata
Sementara itu, calon nomor urut 2, Faisal SKM MKM, memilih tidak menyampaikan visi dan misi dalam proses pemilihan. Ia menilai visi dan misi hanyalah harapan belaka, sementara ukuran keberhasilan kepengurusan akan terlihat dari kerja nyata di lapangan.
Menurut Faisal, perhatian terhadap masjid perlu menjadi tanggung jawab bersama warga dari dua lingkungan di Kampung Keuramat, yakni Nusa Indah dan Mawar. "Yang penting bagaimana masyarakat dan jamaah mendukung kita yang ada di dua lingkungan, baik Nusa Indah maupun lingkungan Mawar, untuk peduli terhadap masjid kita ini," ujarnya.
Perangkat Kampung Keuramat berharap kepengurusan baru BKM Al Ikhlas tidak hanya sekadar mengelola kegiatan ibadah. Lebih dari itu, pengurus diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan jamaah serta menghidupkan fungsi masjid bagi masyarakat luas di tengah kota Banda Aceh.