ACEH — Laga Borneo FC melawan Bali United pada pekan ketiga Super League 2026/2027 berjalan panas setelah wasit Naufal Adya Fairuski mengeluarkan dua kartu merah dalam rentang dua menit. Insiden tanpa bola di menit ke-34 membuat Rifad Marasabessy dan Rahmat Arjuna harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Pertandingan yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Ahad (20/9), baru saja memasuki menit ke-34 ketika keributan pecah di wilayah pertahanan Borneo FC. Bola saat itu berada di kaki pemain Bali United, jauh dari pusat insiden yang melibatkan Rifad Marasabessy dan Rahmat Arjuna.
Rifad Marasabessy Diusir Setelah Pukul Wajah Rahmat Arjuna
Rahmat Arjuna terlihat terkapar di rumput. Wasit Naufal Adya Fairuski langsung menghampiri titik keributan dan mengeluarkan kartu merah untuk Rifad Marasabessy.
Rekaman ulang menunjukkan Rifad yang terlibat perselisihan dalam pengawalan telah memukul telak wajah Rahmat Arjuna. Keputusan wasit merujuk pada bukti visual tersebut.
Review VAR Balikkan Situasi, Rahmat Arjuna Ikut Diusir
Dua menit berselang, wasit Naufal kembali mengeluarkan kartu merah, kali ini untuk Rahmat yang masih tertelungkup di rumput. Berdasarkan review VAR, Rahmat dianggap sebagai pemain yang lebih dulu memukul belakang kepala Rifad.
Rahmat Arjuna harus ditandu keluar lapangan akibat insiden tersebut. Kondisi pemain Bali United itu belum diketahui pasti hingga laga dilanjutkan kembali.
Laga Berlanjut 10 versus 10, Skor Kacamata Bertahan
Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan jumlah pemain seimbang, 10 versus 10. Kedua tim harus menyesuaikan formasi di sisa babak pertama.
Hingga waktu istirahat tiba, skor masih 0-0. Belum ada gol tercipta meski kedua kubu sempat saling menekan sebelum insiden kartu merah terjadi.
- Menit ke-34: Rifad Marasabessy (Borneo FC) kartu merah
- Menit ke-36: Rahmat Arjuna (Bali United) kartu merah
- Skor babak pertama: Borneo FC 0-0 Bali United
- Jumlah pemain usai insiden: 10 versus 10
Babak kedua akan menjadi ujian mental dan taktik bagi kedua pelatih. Dengan komposisi pemain yang sama-sama berkurang satu orang, ruang di lini tengah berpotensi lebih terbuka bagi siapa pun yang mampu memanfaatkan situasi.