ACEH TAMIANG — Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menyebut pembangunan tahap kedua masih berjalan dengan 50 unit rumah. Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan huntap rampung paling lambat akhir tahun ini.
Peninjauan juga mencakup progres jalan dan drainase di kawasan huntap. Fasilitas penunjang itu diharapkan selesai agar kawasan hunian nyaman ditempati warga.
Tiga Model Rumah di Huntap Polri Presisi
Huntap Polri Presisi di Aceh Tamiang dibangun dalam tiga model berbeda. Rinciannya, rumah precast 50 unit, RUSPIN 100 unit, dan rumah kayu 50 unit.
Rumah precast memakai teknologi pracetak yang mempercepat proses pembangunan. Model RUSPIN dibangun dengan sistem panel instan yang dinilai kokoh, ekonomis, dan tahan lama.
Adapun rumah kayu menggunakan material meranti berkualitas. Material itu dipilih untuk memberi kenyamanan bagi penghuninya.
RUSPIN dan Rumah Kayu Sudah Rampung 100 Persen
Dari tiga model tersebut, dua di antaranya sudah selesai sepenuhnya. Joko menyatakan rumah RUSPIN tahap pertama maupun tahap kedua telah rampung 100 persen.
Hal serupa berlaku untuk 50 unit rumah kayu yang seluruhnya sudah selesai. "Untuk tahap pertama, seluruh rumah ditargetkan sudah dapat dihuni pada awal tahun depan," ujarnya.
Sisa pekerjaan tahap pertama terkonsentrasi pada sekitar 4 persen bagian yang belum tuntas. Polda Aceh menyebut penyelesaiannya terus dikebut menjelang batas waktu akhir tahun.
Jalan dan Drainase Jadi Perhatian Kapolda
Dalam peninjauan, Kapolda Aceh menyoroti pembangunan jalan dan drainase di sekitar huntap. Kedua fasilitas itu dinilai menentukan kenyamanan penghuni saat mulai menempati rumah.
Polda Aceh berharap pekerjaan jalan dan drainase bisa segera diselesaikan. Dengan begitu, kawasan huntap siap dihuni tanpa kendala akses maupun aliran air.
"Pembangunan rumah atau huntap Polri Presisi ditargetkan paling lambat selesai pada akhir tahun ini," kata Joko.
Bentuk Kepedulian Polri untuk Warga Terdampak Banjir
Huntap Polri Presisi merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang. Program ini bertujuan membantu warga kembali memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni.
Dengan rampungnya 250 unit tahap pertama, warga terdampak banjir di Simpang Kanan diharapkan bisa segera menempati hunian baru. Polda Aceh memastikan pembangunan tahap kedua tetap berjalan sesuai jadwal.