ACEH — Angka stunting di Kota Ambon turun menjadi 271 kasus pada 2026, dari 279 kasus setahun sebelumnya. Wakil Wali Kota Ely Toisutta menekankan pemantauan gizi anak sejak masa kehamilan hingga balita jadi kunci pencegahan, bukan sekadar mengejar target angka.
Data Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan prevalensi stunting Ambon kini 1,58 persen dari 17.457 balita yang diukur. Rinciannya, 80 balita masuk kategori sangat pendek dan 191 balita kategori pendek.
Pemkot Ambon menargetkan penurunan 3 persen setiap tahun. Capaian ini disebut Ely sebagai hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk kader Posyandu dan organisasi kemasyarakatan yang bekerja langsung di lapangan.
Buku KIA Bukan Sekadar Dibawa ke Posyandu
Ely Toisutta menyoroti peran Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam mencegah stunting. Menurutnya, buku itu bukan dokumen yang hanya dibawa saat kunjungan ke Posyandu atau fasilitas kesehatan.
"Buku tersebut merupakan instrumen penting bagi orang tua untuk memantau kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak secara berkala," ujar Ely saat menghadiri Ceramah Kesehatan di Aula Korem 151/Binaiya, Rabu (23/9/2026).
Orang tua dan kader diminta memahami kurva pertumbuhan di dalamnya. Dengan pemantauan rutin, perubahan kondisi anak yang butuh perhatian bisa diketahui dan ditindaklanjuti lebih awal.
Gizi Anak Tak Selalu Soal Keterbatasan Makanan
Ely menilai persoalan gizi anak sering bukan karena keluarga kekurangan makanan. Pengetahuan orang tua, kebiasaan, pola asuh, pemilihan bahan pangan, cara pengolahan, hingga frekuensi pemberian makan ikut menentukan.
"Kita ingin membangun kesadaran bahwa makanan yang bergizi tidak selalu harus mahal," katanya.
Keluarga bisa memanfaatkan bahan pangan di sekitar rumah untuk menyusun menu beragam sesuai kebutuhan anak. Kualitas, kebersihan, keamanan, dan kecukupan gizi tetap jadi syarat utama.
Kader Posyandu Jadi Ujung Tombak di Lapangan
Kader Posyandu, kelompok perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dinilai punya posisi strategis karena dekat dengan keluarga. Pengetahuan dan kapasitas mereka perlu terus diperkuat agar edukasi yang disampaikan benar dan mudah dipahami.
Kota Ambon sendiri baru-baru ini ditetapkan sebagai salah satu daerah berkinerja baik di Maluku dalam percepatan penurunan stunting dengan nilai 74,15. Penilaian itu disampaikan dalam peluncuran hasil penilaian kinerja oleh Kementerian Dalam Negeri.
"Percepatan penurunan stunting harus kita maknai bukan hanya sebagai upaya untuk menurunkan angka, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan bahwa setiap anak di Kota Ambon dapat tumbuh sehat, berkembang secara optimal, dan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai masa depan yang lebih baik," kata Ely.
Yang Perlu Ibu Perhatikan di Rumah
Pemantauan tumbuh kembang anak sebaiknya dilakukan rutin, bukan hanya saat ada jadwal Posyandu. Catat berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak di Buku KIA setiap bulan.
Kalau grafik pertumbuhan anak mendatar atau turun dua bulan berturut-turut, segera konsultasikan ke bidan atau dokter anak. Deteksi dini membuat penanganan lebih cepat dan hasilnya lebih baik.
Langkah kecil di rumah, seperti memberi makanan beragam dan memantau kurva pertumbuhan, berdampak besar pada masa depan anak. Keterlibatan orang tua adalah kunci utama menekan angka stunting di Kota Ambon.