ACEH — Kader Posyandu Balai Karangan di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, menyesuaikan pemberian makanan tambahan dengan tingkat usia anak. Langkah ini mendukung kecukupan gizi harian sekaligus melatih kemampuan makan anak agar tumbuh kembangnya optimal.
Melianawati, Kader Posyandu Balai Karangan, menyampaikan hal tersebut dalam Dialog MBG RRI PRO1 Sanggau, Sabtu 26 September 2026. Penyesuaian porsi dan jenis makanan tambahan dilakukan melalui pemilihan bahan pangan lokal yang bernutrisi.
Pendekatan berbasis usia ini menjadi kunci. Anak di bawah satu tahun punya kebutuhan tekstur dan gizi yang jauh berbeda dari anak balita.
Menu Makanan Tambahan yang Diberikan
Variasi menu di Posyandu Balai Karangan cukup beragam. Bahan yang dipakai dipilih dari pangan lokal yang mudah didapat di sekitar Kecamatan Sekayam.
"Biasanya sih diberi telur, susu kadang nugget, kadang puding banyak lah macamnya dan puding itu biasanya olahannya dari ubi jalar terus pisang, semangka dan buah-buahan lainnya," ujar Melianawati.
Ubi jalar, pisang, dan semangka jadi contoh bahan lokal yang diolah menjadi puding. Selain murah, bahan-bahan ini kaya vitamin dan serat yang dibutuhkan anak.
Anak 0-12 Bulan Dapat Bubur Kacang Hijau
Untuk bayi usia 0 sampai 12 bulan, jenis makanan tambahan ditentukan lewat arahan bidan setempat. Teksturnya disesuaikan agar aman dan mudah dicerna.
"Diarahkan dari Bidan, bisanya bubur kacang hijau, biasanya bubur kari di kasi pada anak - anak dari usia 0 sampai 12 bulan," ucapnya.
Bubur kacang hijau dipilih karena teksturnya lembut dan kandungan protein nabatinya baik untuk usia emas pertumbuhan. Pendampingan bidan memastikan komposisi gizinya tidak asal-asalan.
Anak 1-5 Tahun Pakai Bahan yang Aman Dicerna
Kelompok usia satu hingga lima tahun mendapat menu dengan bahan yang aman dan mudah dicerna. Pemilihannya mempertimbangkan tahap pertumbuhan anak.
"Kalau yang usia satu tahun sampai usia lima tahun biasa menggunakan bahan-bahan yang emang bisa dimakan oleh anak usia segitu," jelasnya.
Pada fase ini, anak mulai aktif dan kebutuhan energinya meningkat. Makanan tambahan di posyandu berfungsi melengkapi asupan harian, bukan menggantikan makan utama di rumah.
Peran Kader dan Bidan dalam Pendampingan Gizi
Kader posyandu bekerja di bawah arahan bidan setempat. Setiap jenis makanan tambahan yang disajikan mengikuti pedoman yang sudah ditetapkan.
Pendampingan ini mencakup komposisi gizi hingga tekstur makanan. Tujuannya agar apa yang diberikan benar-benar sesuai tahap perkembangan anak, bukan sekadar kenyang.
Bagi ibu yang rutin membawa anak ke posyandu, momen ini bisa jadi kesempatan bertanya soal menu harian di rumah. Kader biasanya memberi masukan praktis sesuai bahan yang tersedia di dapur masing-masing.
Yang Perlu Ibu Perhatikan di Rumah
Makanan tambahan di posyandu hanya sebagian dari kebutuhan gizi anak. Asupan utama tetap dari makanan sehari-hari yang ibu siapkan.
Beberapa hal yang bisa ibu cermati:
- Pastikan tekstur makanan sesuai usia anak, jangan buru-buru naik ke makanan padat.
- Manfaatkan bahan lokal seperti ubi jalar, pisang, dan kacang hijau yang mudah diolah.
- Konsultasikan ke bidan atau kader jika anak sulit makan atau berat badannya tidak naik.
- Datang rutin ke posyandu agar pemantauan tumbuh kembang anak tetap terjaga.
Jika anak menunjukkan tanda kurang gizi seperti lemas, berat badan turun, atau sering sakit, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan dini jauh lebih efektif daripada menunggu.
Kecukupan gizi anak dibangun dari kebiasaan kecil setiap hari. Dukungan kader posyandu dan bidan di Kecamatan Sekayam jadi contoh bagaimana pendampingan berbasis usia bisa membantu ibu memberi yang terbaik untuk buah hatinya.