ACEH — Nicolas Otamendi resmi mengucapkan selamat tinggal kepada Timnas Argentina, menyusul langkah Lionel Messi yang lebih dulu gantung sepatu. Bek berusia 38 tahun itu menutup karier internasionalnya setelah 17 tahun membela Albiceleste, berbarengan dengan laga perpisahan sang kapten.
Perpisahan Otamendi berlangsung di Estadio Monumental, Buenos Aires, usai Argentina mengalahkan Benin 3-0 dalam laga persahabatan. Pertandingan tersebut memang dirancang sebagai panggung pamungkas bagi Messi, yang memutuskan pensiun dari tim nasional setelah 21 tahun mengabdi.
Otamendi ikut mencetak gol dalam duel itu, melengkapi kemenangan Albiceleste bersama Nico Paz dan Messi. Gol tersebut menjadi penutup manis bagi bek yang selama ini dikenal sebagai palang pintu pertahanan Argentina.
Gol Terakhir yang Akan Dihargai Seumur Hidup
Bagi Otamendi, mencetak gol di laga terakhirnya bersama tim nasional adalah hadiah yang tak terduga. Ia mengaku akan mengenang momen tersebut sepanjang hidupnya.
"Mencetak gol terakhir saya untuk Timnas Argentina di pertandingan terakhir saya adalah sesuatu yang akan saya hargai seumur hidup," kata Otamendi, dikutip dari La Nacion.
Pernyataan itu menegaskan betapa berartinya laga kontra Benin bagi bek yang telah menjadi pilar pertahanan Argentina selama hampir dua dekade.
Telepon Messi yang Ubah Rencana Pensiun Otamendi
Otamendi mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah berniat pensiun lebih awal. Ia bahkan sempat berpikir laga terakhirnya terjadi sebelum Piala Dunia, karena sudah berpamitan kepada tim.
Namun, panggilan khusus dari Messi membuatnya luluh untuk bertahan dan mengenakan seragam Argentina sedikit lebih lama. Keputusan itu membawanya kembali ke lapangan untuk satu pertandingan terakhir.
"Pertandingan ini adalah sebuah bonus karena saya tadinya berpikir laga terakhir saya adalah sebelum Piala Dunia, mengingat saya sudah pamit. Tapi kemudian Messi menelepon agar saya bisa berada di sini dan menikmati momen perpisahannya serta hari yang bersejarah baginya. Ini adalah 17 tahun bersama tim nasional, dan sungguh luar biasa bisa membaginya bersama dia," ujar Otamendi.
17 Tahun Jadi Palang Pintu Albiceleste
Otamendi dan Messi menjadi dua sosok yang paling lama mengabdi di Timnas Argentina pada generasi ini. Messi mencatat 21 tahun, sementara Otamendi 17 tahun.
Keduanya sama-sama menjadi tulang punggung Albiceleste dalam berbagai turnamen besar, termasuk saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Peran Otamendi sebagai bek tengah kerap menjadi penyeimbang di lini belakang.
Dengan pensiunnya Otamendi dan Messi, Argentina memasuki fase regenerasi. Nama-nama seperti Nico Paz mulai diberi ruang, menandai peralihan generasi di skuad juara dunia tersebut.