Gubernur Khofifah Resmikan 40 Sekolah Berintegritas Jatim dan Raih Rekor MURI

Penulis: Ragil  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 10:48:24 WIB
Gubernur Khofifah meresmikan 40 Sekolah Berintegritas sebagai proyek percontohan penguatan karakter siswa di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan 40 Sekolah Berintegritas sebagai proyek percontohan penguatan karakter siswa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Surabaya, Senin (4/5). Langkah strategis ini bertujuan mencetak sumber daya manusia unggul yang jujur dan disiplin guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan 40 Sekolah Berintegritas dalam upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5). Peresmian ini ditandai dengan penekanan sirine bersama perwakilan kepala sekolah dari SMAN 1 Talun Blitar, SMAN 2 Jombang, SMAN 1 Kalianget Sumenep, SMKN 4 Jember, dan SMAN 1 Ngadirejo Pacitan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi program Jatim Cerdas dalam kerangka Nawa Bhakti Satya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan sekolah-sekolah tersebut menjadi pelopor lingkungan pendidikan yang berkarakter menuju Zona Integritas.

"Sebanyak 40 SMA dan SMK yang hari ini terpilih menjadi Sekolah Berintegritas memiliki misi mulia untuk mewujudkan SDM Jatim yang semakin unggul dan berdaya saing," ujar Khofifah dalam sambutannya di Grahadi.

Model Laboratorium Karakter dan Implementasi Pilot Project

Khofifah menekankan bahwa integritas di lingkungan sekolah bukan sekadar slogan anti-korupsi. Hal tersebut mencakup nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab akademik yang harus diintegrasikan sejak dini untuk meminimalisir praktik penyimpangan.

"Keberadaan sekolah-sekolah ini diproyeksikan menjadi laboratorium karakter bagi siswa agar tidak hanya fasih secara kognitif, tetapi juga kokoh secara moral dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks," tegas Khofifah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa 40 sekolah tersebut tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sebagai proyek percontohan, setiap sekolah akan menerapkan program khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Beberapa program unggulan yang akan dijalankan meliputi:

  • Penyediaan Kantin Kejujuran untuk melatih aspek moralitas siswa secara langsung.
  • Penerapan Kelas Tanpa Gadget untuk meningkatkan fokus dan kejujuran dalam proses pembelajaran.
  • Pengembangan kurikulum karakter yang terintegrasi dengan budaya sekolah.

Capaian Rekor MURI dan Inisiatif Kesehatan Remaja

Momentum Hardiknas 2026 juga diwarnai dengan pencapaian rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Jawa Timur berhasil mencatatkan rekor penyelenggaraan Gerakan Minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.572.404 siswa.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Dinas DP3AK Provinsi Jawa Timur, Sufi Agustini. Gerakan ini dilakukan secara daring oleh para pelajar di sekolah masing-masing sebagai upaya preventif kesehatan nasional.

"Pemberian tablet penambah darah diberikan kepada kalangan pelajar guna meningkatkan hemoglobin, mencegah anemia, serta mencegah kecacatan saat hamil di masa depan," jelas Khofifah mengenai urgensi program kesehatan tersebut.

Pengakuan Hak Cipta dan Apresiasi Siswa Berprestasi

Selain penguatan karakter dan kesehatan, Gubernur Khofifah menerima sertifikat Hak Cipta dari Kemenkumham RI untuk lagu ciptaannya berjudul "Jatim Cerdas (Siap Jadi Juara)". Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur.

Peringatan Hardiknas tahun ini juga menjadi panggung apresiasi bagi puluhan siswa Jawa Timur yang meraih prestasi di tingkat internasional dan nasional. Beberapa di antaranya adalah pemenang Juara I Malaysia Technology Expo 2026 dan Juara I World Junior Wushu Championship ke-10.

Acara ditutup dengan peninjauan Pameran Produk Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diikuti 168 lembaga pendidikan. Selain itu, terdapat konvoi 35 unit kendaraan listrik hasil karya siswa SMK di Jawa Timur sebagai simbol kesiapan daerah dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

Reporter: Ragil
Back to top