BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Wilayah Aceh

Penulis: Saiful  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 15:47:01 WIB
BMKG mengimbau masyarakat Aceh waspada hujan lebat dan gelombang tinggi hingga Jumat, 8 Mei 2026.

BANDA ACEH — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh meminta masyarakat di 13 wilayah Aceh mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini diprediksi berlangsung selama beberapa hari ke depan akibat dinamika atmosfer yang tidak stabil di sekitar perairan Aceh.

Daftar 13 Wilayah Aceh yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Sejumlah daerah yang masuk dalam radar kewaspadaan hari ini meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil. Wilayah dataran tinggi seperti Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, serta kawasan pesisir di Nagan Raya, Simeulue, Subulussalam, dan Aceh Tamiang juga berpotensi mengalami cuaca serupa.

Potensi hujan lebat diperkirakan masih akan berlanjut hingga Jumat, 8 Mei 2026. Pada akhir pekan nanti, fokus sebaran hujan diperkirakan bergeser ke wilayah Aceh Timur dan Bener Meriah, sementara intensitas di wilayah barat selatan Aceh tetap tinggi.

Secara umum, suhu udara di wilayah Aceh saat ini bervariasi antara 18 hingga 32 derajat Celsius. Kecepatan angin terpantau masih dalam kategori rendah hingga sedang, yakni berkisar antara 2 hingga 7 kilometer per jam, namun dapat meningkat secara mendadak saat terjadi hujan lebat.

Penyebab Cuaca Ekstrem: Gelombang Rossby dan Kelvin Masih Aktif

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Dedi, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh fenomena gelombang Rossby ekuatorial dan gelombang Kelvin. Selain itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau masih aktif di wilayah Indonesia bagian barat.

“Hal ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Aceh,” kata Dedi, Rabu (06/05/2026).

Dedi menambahkan, faktor belokan angin (shearline) dan konvergensi turut memperkuat pertumbuhan awan. Suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Aceh juga memberikan pasokan uap air yang cukup signifikan untuk pembentukan awan hujan (kumulonimbus).

Waspada Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Perairan Aceh

Selain ancaman di daratan, BMKG juga menyoroti risiko keselamatan di sektor pelayaran. Tinggi gelombang di perairan Aceh diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang dinilai membahayakan aktivitas nelayan, perahu kecil, hingga kapal tongkang.

Di sisi lain, pantauan satelit justru mendeteksi adanya satu titik panas (hotspot) di Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Titik panas ini berada pada tingkat kepercayaan menengah, meski sebagian besar wilayah Aceh lainnya mulai memasuki periode hujan intens.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir luapan dan tanah longsor. Risiko ini terutama mengancam wilayah lereng gunung dan bantaran sungai, khususnya pada sore hingga malam hari saat curah hujan mencapai puncaknya.

Reporter: Saiful
Back to top