Pengangguran Aceh Naik 7.430 Orang, Keterbatasan Lapangan Kerja Utama

Penulis: Fajar  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 14:22:01 WIB
Tingkat pengangguran Aceh naik menjadi 5,88 persen pada Februari 2026.

BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) melonjak ke 5,88 persen pada Februari 2026, naik 0,38 poin dibanding periode yang sama tahun lalu (5,50%). Dalam angka absolut, pertambahan penganggur itu setara 7.430 orang dari populasi angkatan kerja Aceh sebanyak 2,66 juta jiwa.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menunjuk satu penyebab utama: "Dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat hampir enam orang yang belum mendapatkan pekerjaan. Artinya, masih terbatas lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja baru di Aceh."

Pengangguran Laki-Laki Lebih Tinggi 0,58 Poin

Data BPS memperlihatkan ketidakseimbangan gender dalam pasar kerja. Pengangguran laki-laki mencapai 6,09 persen, sementara perempuan 5,51 persen — selisih 0,58 poin. Disparitas ini mencerminkan konsentrasi penciptaan kerja di sektor-sektor tertentu yang lebih menyerap satu jenis kelamin.

Perbandingan lain yang mencolok: pengangguran di wilayah perkotaan signifikan lebih tinggi daripada pedesaan. Fenomena ini umumnya terjadi karena urbanisasi menciptakan ketersediaan tenaga kerja yang melebihi permintaan pekerjaan formal di kota.

Pertanian & Perdagangan Dompet Kerja Utama Aceh

Meski pengangguran naik, lapangan kerja di Aceh masih didominasi tiga sektor. Pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap 41,39 persen tenaga kerja. Perdagangan besar dan eceran di posisi kedua dengan 13,41 persen, diikuti pendidikan sebesar 6,97 persen.

"Mayoritas penduduk bekerja masih berada di sektor pertanian. Ini menunjukkan struktur tenaga kerja Aceh masih didominasi sektor primer," kata Agus.

Sebagai buruh, karyawan, dan pegawai, kelompok pekerja terbesar berjumlah 31,44 persen. Sementara wirausahawan yang memiliki buruh tetap minoritas, hanya 4,41 persen — indikasi bahwa penciptaan usaha skala menengah ke atas masih lemah di Aceh.

Pekerja Informal Masih Dominan, Padahal Turun

Sektor informal tetap mengunduli pasar kerja Aceh. Persentasenya mencapai 64,15 persen, jauh melampaui pekerja formal yang hanya 35,85 persen. Namun, kedua sektor mengalami tren menurun dibanding Februari 2025: pekerja formal turun dari 912 ribu menjadi 846 ribu orang, sedangkan pekerja informal turun dari 1,644 juta menjadi 1,604 juta orang.

Penurunan simultan di sektor formal dan informal menunjukkan kontraksi pasar kerja secara keseluruhan, bukan pergeseran dari satu sektor ke sektor lain. Kondisi ini sejalan dengan penilaian Agus bahwa kapasitas lapangan kerja di Aceh belum cukup menyerap pertambahan angkatan kerja yang setiap tahunnya bertambah puluhan ribu orang.

Reporter: Fajar
Sumber: habanusantara.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top