SMKN 1 Peusangan Bireuen Tinggikan Bangunan Sekolah demi Cegah Banjir

Penulis: Ragil  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 19:31:00 WIB
Pekerja melakukan peninggian lantai bangunan SMKN 1 Peusangan untuk mencegah banjir.

BIREUEN — Manajemen SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, tengah memacu proyek revitalisasi lingkungan sekolah pascabencana banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2026 lalu. Fokus utama pengerjaan ini menyasar pada peninggian lantai bangunan untuk memastikan air tidak lagi merendam ruang kelas saat cuaca ekstrem.

Mengapa SMKN 1 Peusangan Melakukan Peninggian Lantai Bangunan?

Kondisi drainase yang sudah tidak berfungsi optimal menjadi alasan utama sekolah mengambil langkah struktural ini. Peninggian lantai dilakukan dengan elevasi mencapai puluhan sentimeter dari posisi semula agar area belajar tetap kering.

“Iya saat ini sedang dilaksanakan revitalisasi pembangunan lingkungan sekolah dan juga ada peninggian lantai sekitar 20 atau 30 cm supaya ketika hujan tidak lagi tergenang air karena dilokasi terdampak banjir ketika hujan airnya masuk ke dalam kelas, karena drainase tidak bagus lagi,” jelas Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal.

Langkah ini dinilai mendesak mengingat posisi sekolah berada di lokasi yang rentan terdampak luapan air. Tanpa perbaikan infrastruktur dasar, proses belajar mengajar dikhawatirkan akan terus terganggu setiap kali musim penghujan tiba.

Dampak Banjir: Alat Praktik Rusak dan Siasat Ujian Siswa

Selain merusak infrastruktur, banjir bandang tersebut menyisakan kerusakan serius pada peralatan praktik siswa. Mesin jahit di ruang tata busana hingga perangkat komputer di laboratorium dilaporkan mengalami kerusakan total akibat terendam lumpur dan air dalam waktu lama.

Meskipun beberapa unit komputer di ruang tata usaha dan mesin jahit telah diservis, kondisinya tidak lagi maksimal. Faisal menyebutkan bahwa suara mesin jahit kini menjadi bising, sementara komputer di laboratorium tidak dapat diperbaiki lagi karena tingkat kerusakan yang terlalu parah.

Beruntung, bencana terjadi setelah pelaksanaan ujian semester selesai. Namun, untuk menjaga kelancaran ujian sekolah susulan beberapa waktu lalu, pihak sekolah terpaksa menggunakan siasat khusus. Para siswa diarahkan menggunakan handphone masing-masing yang terhubung dengan aplikasi ujian khusus guna menyiasati ketiadaan perangkat laboratorium.

Harapan Pemulihan Fasilitas dari Dinas Pendidikan Aceh

Menghadapi tahun ajaran berikutnya, SMKN 1 Peusangan telah bergerak cepat dengan mengajukan permohonan bantuan ke tingkat provinsi. Pihak sekolah telah mengusulkan pengadaan alat praktik baru kepada Dinas Pendidikan Aceh untuk menggantikan inventaris yang hancur.

Ketersediaan alat praktik menjadi krusial mengingat status sekolah sebagai lembaga pendidikan kejuruan yang menitikberatkan pada kemampuan teknis siswa. Tanpa alat yang memadai, kualitas lulusan dikhawatirkan akan menurun.

“Harapan kami kepada pemerintah agar dapat secepatnya memulihkan kondisi proses pembelajaran dan alat-alat praktik sangat dibutuhkan dapat terpenuhi, di sekolah kami ini semua alat praktik tidak bisa dipakai lagi rusak terendam banjir,” ungkap Faisal.

Reporter: Ragil
Sumber: metroaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top