JAKARTA — Tiga PTN dengan reputasi nasional masih membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat melalui jalur seleksi mandiri. Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) masing-masing memiliki skema dan jadwal yang berbeda.
Jalur mandiri adalah seleksi masuk yang dikelola langsung oleh masing-masing PTN, dengan kriteria dan biaya pendaftaran yang tidak seragam. Berikut rincian tiga opsi yang masih bisa diakses.
Pendaftaran Seleksi Masuk UI (SIMAK) untuk jalur reguler dibuka sejak 8 Mei dan akan ditutup pada 5 Juni 2026. Biaya pendaftaran yang dibanderol sebesar Rp650 ribu ini mencakup pilihan program studi S1 maupun vokasi.
Calon peserta wajib mengisi nomor UTBK 2026 saat mendaftar. Ujian dijadwalkan pada 14 Juni 2026, dengan pengumuman hasil pada 1 Juli 2026. Khusus pendaftar program studi Kedokteran, Teknik, dan Farmasi, terdapat syarat bebas buta warna.
Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun ini mengubah pola Seleksi Mandiri ITB menjadi Seleksi Siswa Unggul ITB (SSU ITB). Tersedia tiga jalur: SSU Nilai UTBK, SSU Talenta, dan SSU Tes, dengan biaya pendaftaran Rp750 ribu per akun.
Jalur SSU Nilai UTBK dan SSU Talenta dibuka pada 28 Mei hingga 5 Juni 2026, sedangkan SSU Tes dibuka lebih awal, yakni 4-29 Mei 2026. Pengumuman hasil untuk ketiga jalur ini dijadwalkan serentak pada 19 Juni 2026. ITB juga menegaskan bahwa pendaftar belum boleh dinyatakan lulus pada seleksi SNBP tahun 2024, 2025, atau 2026.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka Seleksi Mandiri ITS Academic and Competence Excellence (SMITS ACE) dengan biaya pendaftaran Rp500 ribu. Jalur ini terbagi menjadi Seleksi Mandiri Kemitraan dan Seleksi Mandiri Umum.
Seleksi Mandiri Kemitraan dikhususkan bagi lulusan yang merupakan putra-putri pegawai dari instansi mitra ITS. Sementara itu, Seleksi Mandiri Umum terbuka untuk seluruh siswa dengan potensi akademik unggul. Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi admission.its.ac.id. Calon peserta wajib memiliki akun myITS Admission dan tidak boleh diterima melalui SNBP tahun 2024, 2025, atau 2026.
Calon mahasiswa diimbau untuk mencermati syarat dan jadwal masing-masing PTN secara saksama. Setiap jalur memiliki ketentuan berbeda, termasuk batas tahun kelulusan dan status kelulusan pada seleksi nasional sebelumnya.