ACEH TIMUR — Izzah, seorang ibu rumah tangga di Aceh Timur, harus mendatangi lebih dari satu toko untuk mencari sabun dengan merek tertentu. Ia mengaku persediaan di pasaran semakin terbatas, sementara harga yang ditawarkan lebih mahal dari biasanya.
"Biasanya mudah didapat, sekarang sudah mulai susah. Kalaupun ada, harganya lebih mahal dari biasanya," kata Izzah di Aceh Timur, Selasa.
Pedagang setempat, Ihsan, menjelaskan bahwa kelangkaan ini bukan disebabkan oleh berhentinya produksi sabun. Stok barang dari pabrik sebenarnya tersedia, namun terkendala pada ketersediaan plastik kemasan.
"Sabunnya sebenarnya ada, stok barang dari pabrik ada. Tapi plastik kemasan untuk pembungkusnya yang tidak tersedia, jadi distribusi ikut terhambat," kata Ihsan.
Menurut Ihsan, tanpa pembungkus yang sesuai standar, produk tidak bisa dipasarkan. Proses pengiriman ke toko-toko pun ikut tersendat karena barang tertahan di gudang pabrik.
Akibatnya, pasokan sabun ke tingkat pengecer berkurang drastis. Kondisi ini memicu kelangkaan di pasaran dan secara perlahan mendorong kenaikan harga karena permintaan masyarakat yang tetap tinggi.
Rahmi, warga lainnya, mengungkapkan keluhan serupa. Ia menyebut kenaikan harga terjadi hampir di semua jenis sabun, baik sabun mandi maupun sabun cuci. "Kami berharap kondisi tersebut segera normal agar kebutuhan rumah tangga tidak semakin memberatkan masyarakat," katanya.
Ihsan berharap persoalan kemasan atau packaging ini dapat segera diatasi oleh pihak terkait. Ia juga meminta pemerintah memantau situasi agar kelangkaan tidak berlangsung lama dan tidak dimanfaatkan oleh oknum untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
"Kami juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena dikhawatirkan dapat memperparah kekosongan stok," kata Ihsan.