ACEH — Setelah BlackBerry menghentikan produksi ponsel hardware-nya sekitar satu dekade lalu, pasar justru menunjukkan geliat sebaliknya di awal 2026. Setidaknya lima ponsel dan aksesori dengan keyboard QWERTY fisik telah dirilis atau didanai melalui kampanye crowdfunding dalam 12 bulan terakhir. Fenomena ini tidak didorong oleh satu merek besar, melainkan oleh kombinasi produsen aksesori seperti Clicks dan vendor China seperti Unihertz serta Zinwa Technologies.
Mengapa Keyboard Fisik Kembali Dilirik?
Alasan kebangkitan ini lebih dari sekadar nostalgia bekas pengguna BlackBerry. Bagi pengguna yang banyak mengetik surel atau dokumen, keyboard fisik menawarkan akurasi lebih tinggi dan bebas dari bug keyboard virtual yang kerap muncul di pembaruan iOS atau Android. "Keyboard fisik mungkin lebih kecil kemungkinannya mengalami bug keyboard perangkat lunak, seperti masalah keyboard iPhone yang dialami beberapa pengguna baru-baru ini," tulis laporan yang dijadikan sumber.
Selain itu, ponsel QWERTY menawarkan diferensiasi desain di tengah pasar yang didominasi layar penuh minimalis. Beberapa pengguna juga melaporkan manfaat tidak langsung: berkurangnya waktu layar karena konsumsi konten di layar kecil tidak senyaman di ponsel konvensional. Ponsel ini kerap dijadikan perangkat sekunder khusus untuk komunikasi, seperti SMS, surel, dan produktivitas.
Pilihan Ponsel QWERTY Bawaan: Dari Rp 3,7 Juta hingga Rp 9,5 Juta
Bagi yang ingin ponsel dengan keyboard terintegrasi, terdapat beberapa opsi yang sudah tersedia:
- Minimal Phone (USD 449,99 / sekitar Rp 7,4 juta): Ponsel Android 14 dengan layar e-paper hitam-putih dan dukungan Google Play. Cocok untuk pengguna yang ingin mengurangi distraksi.
- Zinwa Q25 (sekitar USD 400 / Rp 6,6 juta): Konversi BlackBerry Classic ke Android 13 oleh vendor China Zinwa Technologies.
- Unihertz Titan 2 (USD 229 / Rp 3,7 juta via Kickstarter): Ponsel 5G dengan layar 4,5 inci, Android 15, dan sukses menggalang lebih dari USD 2 juta dari 7.000 backer pada musim panas 2025.
- Unihertz Titan 2 Elite & Elite Pro (USD 490 & 580 / Rp 8,1-9,5 juta): Diumumkan di MWC 2026, penerus Titan 2 dengan layar OLED 4,03 inci 120 Hz, 5G, eSIM, dan microSD. Model Pro memiliki prosesor lebih tinggi dan penyimpanan 512 GB.
- Clicks Communicator (USD 499 / Rp 8,2 juta): Ponsel Android 16 dengan layar OLED 4,03 inci, MediaTek Dimensity 8300, keyboard QWERTY dengan dukungan touch input, pengisian nirkabel Qi2, jack audio 3,5 mm, dan LED kustom di tombol Prompt. Menawarkan pembaruan perangkat lunak selama lima tahun.
Aksesori Keyboard untuk iPhone dan Android
Bagi yang tidak ingin berganti ponsel utama, Clicks juga menghadirkan aksesori keyboard yang kompatibel dengan iPhone dan Android tertentu. Case keyboard ini menempel di bagian bawah ponsel dan terhubung melalui konektor pintar, memberikan pengalaman mengetik fisik tanpa mengorbankan perangkat yang sudah dimiliki.
Kesimpulan: Untuk Siapa Ponsel QWERTY 2026?
Ponsel dengan keyboard fisik bukan untuk semua orang. Produk ini paling cocok untuk pengguna yang mengetik dalam volume besar setiap hari, pekerja lapangan yang membutuhkan respons taktil, atau siapa pun yang ingin ponsel sekunder untuk komunikasi bebas gangguan. Dengan rentang harga mulai Rp 3,7 juta hingga Rp 9,5 juta, pilihannya kini cukup bervariasi, meski ketersediaan di Indonesia masih perlu dicek langsung ke distributor masing-masing.